Nalar.ID

Peruntungan Guru Medan dalam Audisi The Voice Indonesia 2019

Nalar.ID – Audisi program The Voice Indonesia musim kedua menyambangi Kota Medan, Sabtu (13/4). Audisi yang berlangsung di Ibiss Style Patimura ini bersamaan dengan audisi di Kota Kupang dan Bandung.

Sebelumnya, kesuksesan program ini berhasil mencetak putra Flores, Aldo, sebagai bintang baru di Indonesia. Sebanyak hampir 600 peserta tercatat memenuhi antrian audisi hingga petang. Masyarat Medan rata-rata dikenal memiliki kualitas suara bagus.

Pelebaran genre musik di season kedua ini membuat animo masyarakat kian besar. Banyak peserta datang dengan mencoba peruntungan di genre baru. Habib dan Siska, salah satunya. Keduanya tampil duo.

“Kami sudah terbiasa tampil duo dan menyanyikan lagu dangdut,” ujarnya, kompak, dalam siaran tertulis yang diterima Nalar.ID, Minggu (14/4).

Peserta yang hadir tak hanya dari Medan. Ada pula dari Sabang, Aceh. “Awalnya, saya disuruh ikut oleh istri. Karena saya hobi menyanyi, tertarik ke sini,” ujar Fahmi.

Tak hanya itu, seorang guru sekolah menengah asal Binjai bernama Anna pun semangat mengikuti audisi ini. “Saya biasa mengajar tapi kali ini saya nervous. Saya sangat berharap, namun semua kehendak tuhan,” ujarnya.

Open audition di Medan ini, para peserta harus melewati proses seleksi juri lokal. Lalu mereka yang dinyatakan lolos akan lanjut dengan seleksi dari tim GTV. Bagi yang lolos, akan dihubungi oleh tim The Voice GTV untuk audisi Blind Audition di Jakarta.

“Medan jadi salah satu andalan kami mencari talenta baru. Diharapkan, pelebaran genre di season kedua ini akan menyaring banyak talenta baru dari Medan,” kata Produser The Voice Indonesia GTV, Apit Demiska.

Rangkaian audisi di 18 kota di Indonesia masih berlanjut di pekan depan. Gorontalo, Jogjakarta, dan Mataram, menjadi kota audisi selanjutnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi