Nalar.ID

Pinta Mendag: Jaga Komitmen Produksi-Kelancaran Distribusi Migor

Nalar.ID, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan komitmen produsen dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi minyak goreng.

“Terima kasih kepada PT Incasi Raya yang berkomitmen menjual minyak goreng (migor) sesuai HET. Minyak goreng kemasan rakyat Minyakita masih proses untuk diedarkan,” kata Mendag Zulkifli Hasan, dalam siaran pers diterima Nalar.ID.

Diungkapkannya, ada dua jenis migor merek kemasan premium dan curah. Migor curah dijual paling tinggi sesuai HET sebesar Rp14.000/liter. HET ini berlaku untuk migor kemasan rakyat merek Minyakita.

“Minggu depan kita akan mengapalkan minyak goreng kemasan rakyat Minyakita ke Papua dan Maluku. Kita akan banjiri 1.000-3.000 ton dalam satu bulan seharga Rp14.000/liter. Kalau sudah terlaksana, di seluruh Indonesia akan tersedia migor curah dan migor merek Minyakita dengan harga paling tinggi Rp14.000/liter,” jelasnya.

Terkait tandan buah segar (TBS), Mendag menyampaikan, Pemerintah melakukan beberapa kebijakan. Di antaranya menunda pungutan ekspor USD 200.

“Artinya, dengan tidak adanya pungutan, harga di petani dapat meningkat. Harapannya, akhir Agutus harga TBS sudah di atas Rp2.000/kg. Jadi, ketika panen raya petani sawit mendapat keuntungan,” ujarnya.

Di sisi lain, Mendag Zulkifli ingin pengusaha tetap mendapat keuntungan. Namun, pelaku usaha harus tetap menjalankan kewajiban dengan memenuhi kebutuhan migor dalam negeri sesuai DMO.

“Untuk menjaga ekspor, Pemerintah meningkatkan angka pengali ekspor jadi 9 kali dan insentif kemasan 1,3 – 1,5 dari besaran DMO. Harapannya, akhir Agustus stok pada tangki CPO sudah terdistribusi dan segera berganti sehingga dapat membeli sawit dari petani untuk diolah lagi,” pungkasnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi