Nalar.ID

Politisi Ini Himbau Masyarakat Cerdas Hadapi Hoaks

Jakarta, Nalar.ID – Pada era teknologi, kehidupan saat ini diterjang oleh arus informasi. Akibat derasnya arus informasi, tak sedikit masyarakat sulit membedakan mana informasi benar dan tidak. Dalam hal ini, politisi dan calon legislatif DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia, Guntur Romli, memberikan saran mengenai ketahanan di era ini.

Menurutnya, masyarakat harus cerdas dalam menangkal hoaks. Terutama menjelang pemilihan umum April mendatang.

Dijumpai dalam diskusi Indonesian Democracy Network dengan tema ‘Menjaga Demokrasi dari Bahaya Hoaks untuk Pemilu yang Jujur dan Berintegritas’, Selasa (22/1), Guntur, menganggap hoaks adalah kebohongan yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Terutama menjelang pemilu.

“Hoaks bukan kritik, tapi menjatuhkan dan tergolong dalam black campaign,” ujarnya.

Ia juga menyebut, hoaks bukan bentuk kritik atas pemerintah. Menurutnya, hoaks bukan kritik karena tak sesuai fakta. “Itu lebih merupakan penjatuhan dan tergolong black campaign,” singgungnya.

Ia kerap menyinggung hoaks dengan masyarakat post-truth, dimana memercayai sesuatu ketika sudah cukup ‘dianggap’ kebenaran.

“Sekarang kebohongan yang viral akan dianggap sebagai kebenaran. Ini tanda era post truth, masyarakat tidak percaya data dan fakta. Ini masalah kita atas media sosial,” sambungnya.

Untuk menangkal persoalan tersebut, ia mengimbau agar masyarakat melakukan verifikasi berita atau check and re-check untuk mengetahui kebenarannya.

Penulis: M. Najmuddin Kholish | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi