Nalar.ID

Prediksi Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2021 Melambat

Nalar.ID, Jakarta Dalam prediksinya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi Indonesia akan tumbuh melambat pada kuartal I-2021 ketimbang periode yang sama di 2019 lalu.

Proyeksi ini diberikan karena jumlah kasus Covid-19 terus meningkat membuat aktivitas masyarakat melandai.

“Di seluruh dunia, sudah agak lelah dan lengah dengan Covid-19 ini, sehingga terjadi peningkatan. Sehingga ekonomi kuartal I-2021 masih terdampak karena kenaikan jumlah kasus,” ujar Menkeu, Januari 2021.

Setali tiga uang, perlambatan aktivitas ekonomi akan menekan konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen terbanyak produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Tetapi, Sri Mulyani menilai, dari sisi ekspor dan investasi, sebenarnya telah menunjukkan harapan di kuartal I-2021. Seiring dengan pemulihan permintaan global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, realisasi ekspor pada Desember 2020 mencapai US$ 16,54 miliar, tumbuh 8,39% dari bulan sebelumnya. Peningkatan ekspor secara bulanan ini didorong oleh adanya peningkatan ekspor minyak dan gas (migas) sebesar 33,66% month on month (mom). 

“Saya melihat, angka ekspor di Desember 2020 tumbuh 8,4%, meski keseluruhan tahun masih minus 2,6%. Tapi trennya pemulihan dari ekspor meningkat. Artinya, kalau Amerika Serikat, Eropa pulih dan jelas China pulih duluan, kita akan litat ekspor kita menjadi lebih baik,” ujar Sri Mulyani.

Dari sisi investasi juga menunjukkan pemulihan. Sebab, menurutnya, perbankan sudah mulai melihat adanya perbaikan demand masyarakat. Selain itu kredit akan menggeliat di awal tahun ini.

 “Investasi menunjukkan pemulihan kalau perbankan melihat demand-nya sudah tumbuh mulai pick-up. Mereka berani untuk landing lagi, maka kredit akan meningkat, capital inflow terjadi cukup deras sampai saat ini. Suku bunga lebih rendah dan niilai tukar yang menguat, ini juga menimbulkan confidence yang kuat terhadap investasi,” ucapnya.

Adapun, secara keseluruhan tahun, Sri Mulyani masih optimistis pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2021 masih di level 5% year on year (yoy). Ini sesuai dengan target pemerintah dalam Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 Tahun Anggaran 2021.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

 

 

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi