Nalar.ID

Pro Kontra ‘Enak Susunya’ Faiha, Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta, Nalar.ID – Masih ingat lagu Cari Pokemon yang sempat terkenal pertengahan 2016 silam? Lagu itu sukses mencuri perhatian setelah dinyanyikan oleh penyanyi cilik, Faiha. Saat itu, pemilik nama asli Faiha Wanda Nabilah ini baru berusia 6 tahun. Lagu ciptaan Tjahjadi Djajanata/Ishak itu bersamaan dengan heboh game Pokemon Go.

Menariknya, lagu itu ikut populer sampai ke Thailand. Bahkan menembus dan ditonton 100 juta kali di YouTube. Di sana, lagu itu dijadikan theme song oleh beberapa program televisi di Thailand. Di Indonesia, materi lagu itu juga pernah dipakai senam aerobik di sejumlah tempat dan sekolah di Depok, Jawa Barat.

Setelah menuai sukses, Faiha, kembali mengenalkan lagu kedua terbaru berjudul Enak Susunya. Masih dengan pencipta dan label yang sama, yakni Sani Musik Indonesia, lagu ini diciptakan oleh duet Tjahjadi Djajanata/Ishak. Keduanya, dikenal sebagai pencipta lagu Sakitnya Tuh Disini yang dipopulerkan oleh Cita Citata.

Sejak dirilis di YouTube pada 16 Juli 2018, lagu ini sudah disaksikan lebih dari 7 juta kali. Disisi lain, tak sedikit warganet yang menilai lirik dan judul yang dibawakan Faiha berkonotasi negatif. Mereka menganggap, lagu ini belum pantas dibawakan dan didengarkan oleh anak-anak seusia Faiha.

Manajer, sekaligus orang tua Faiha, yakni Sofwan, berusaha berpikir positif terkait komentar warganet atau netizen soal kandungan lirik lagu itu.

“Judulnya memang sesuai liriknya. Dari awal, kami enggak pernah berpikir ke arah negatif. Tergantung kita meresponnya sendiri. Lagu ini memang inspirasi dari Faiha. Setiap pagi, sebelum berangkat sekolah dan sebelum tidur, ia minum susu. Terus muncul pertanyaan, mengapa rasa enggak ada yang lain,” kata Sofwan, akrab disapa Bombom, dihubungi Selasa (27/11).

Di kesempatan yang sama, Faiha, berpendapat serupa dengan ayahnya. Faiha menilai, lagu yang ia bawakan memang lucu dan jenaka. “Menginspirasi supaya kita selalu minum susu, dong,” jawab kelahiran Jakarta, 23 April 2000 ini.

Pop dan Remix

Secara utuh, lagu ini sedikit memadukan unsur pop ceria dengan balutan remix dangdut. Dengan memanfaatkan style in-door, pembuatan video klip lagu ini digarap di dua kota, Jakarta dan Yogyakarta. “Enggak ada konsep,” jawab Sofwan, disinggung pemilihan tema video klip lagu ini.

Tak butuh waktu lama, rencananya, setelah lagu kedua ini, Faiha, kembali menelurkan single ketiga. Jika tak ada aral melintang, lagu ketiga diperkenalkan Desember mendatang.

Sebagai orang tua, Sofwan, dan istri, Hilda, kagum oleh bakat menyanyi sang putri. Ia menilai, dalam mengarahkan bakat dan potensi anak, mereka serahkan kepada Faiha. “Kebetulan Faiha anaknya berani tampil di publik dan suka ikut lagu yang dia suka. Dia suka dangdut tapi cita-citanya jadi guru dan artis,” kata Sofwan.

“Iya, mau jadi guru. Tapi aku juga senang nyanyi. Banyak teman dan laguku banyak disukai orang,” timpal Faiha.

Faiha, sudah suka menyanyi sejak usia 3 tahun. Dari kesaksian keluarganya, Faiha, cukup berani dan penuh percaya diri. Sebaliknya, jika tak manggung, sifat pemalu dan irit bicara masih muncul, layaknya anak-anak pada umumnya.

Di tengah krisis lagu dan musik anak-anak di Indonesia, setidaknya, kehadiran Faiha dengan lagunya, kembali membangkitkan musik anak-anak Indonesia yang sempat mati suri.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi