Nalar.ID

Rahasia Sukses Delia von Rueti Saat Pandemi: Jangan Menyerah

Gstaad – Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam sektor kesehatan, namun krisis  ekonomi global. Menurut data World Economic Outlook April 2020 lalu, International Monetary Fund (IMF) memprediksi, perekonomian dunia akan merosot minus tiga persen hingga tahun ini.

Tetapi, jika pandemi ini berakhir paruh  kedua tahun 2020, serta aktivitas perekonomian normal kembali, ekonomi Indonesia akan diprediksi dapat tumbuh sampai 8,2 persen. Sementara perekonomian dunia akan tumbuh sampai 5,8 persen. 

Dampak perekonomian juga berimbas terhadap bisnis dan usaha. Dalam meminimalisir kerugian yang terjadi, sejumlah strategi harus dijalankan agar bisnis tetap berjalan baik selama pandemi berlangsung.

Delia von Rueti, pengusaha, filantropis, desainer, dan founder Love & O2 memaparkan tentang strategi berbisnis di tengah pandemi Covid-19. Berikut penuturan kepada Ceppy F. Bachtiar, Sabtu (4/7/2020).

Strategi bisnis di tengah pandemi Covid-19?

Sejujurnya, saya agak tersesat dalam diri sendiri. Tidak tahu di mana kita menuju. Banyak hal yang tidak pasti. Mungkin kita harus melihat pengembangan bisnis online dan semakin bergantung pada teknologi. Tentu, hanya melakukan bisnis berbasis kebutuhan utama saja dulu.

Cara agar bisnis tetap bertahan dan berjalan baik selama pandemi?

Saya pikir kita harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang dan mencoba menghemat uang sebanyak yang kita bisa serta mencoba untuk bertahan hidup.

Ini merupakan waktu yang sangat sulit dalam pandemi ini, dan ini berpengaruh secara global. Kami harus memangkas di beberapa bagian selain gaji, karena pekerja harus bisa bertahan hidup. Jadi, saya mencoba memastikan mereka masih mendapatkan gaji dan biarlah saya yang berkorban sendiri.

Tips memulai bisnis selama pandemi Covid-19, terutama bagi new comer yang akan terjun berbisnis?

Harus sangat hati-hati dalam perencanaannya. Tetapi, yakin, walaupun dalam keadaan susah selalu ada saja kesempatan. Dalam setiap krisis selalu ada peluang kesempatan. Seperti mulai mencari bisnis di bidang kesehatan hingga bisnis makanannya secara online.

Mindset apa yang harus ditanamkan saat memulai usaha?

Semuanya dimulai dengan mimpi. Jadi, buatlah rencana perhitungan yang sangat bagus dan lakukan riset yang baik. Juga harus memiliki tabungan yang cukup untuk bisa bertahan, mungkin dalam satu atau dua tahun, agar memiliki pegangan selama usaha belum berjalan atau untuk masa-masa seperti ini.

Percayalah pada cita-cita dan impian, dan tetaplah berpikiran positif. Jangan menyerah dan cobalah bertahan. Kadang ini bukan jalan yang mudah. Ini yang memisahkan kita sebagai pekerja atau pengusaha. Pengusaha harus bekerja keras dan juga menanggung semua risiko positivisme dan negativisme-nya.

Tapi begitu kamu berhasil, kamu akan mengerti apa yang membedakan seorang pengusaha dengan impian besarnya. Semoga berhasil dan memberikan hasil yang terbaik. Semoga Tuhan mengabulkan cita-cita dan mimpimu.

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi