Nalar.ID

Rahayu Kertawiguna: Milenial Lebih Cocok Bisnis Kreatif

Nalar.ID – Usia bukan patokan seseorang dalam menentukan kesuksesan. Siapa sangka, di usia muda, seseorang justru dapat meraih kesuksesannya.

Ini dibuktikan oleh sejumlah pengusaha muda di Tanah Air. Mereka mendulang kesuksesan, menyalip para ‘sepuh’ atau seniornya. Meskipun banyak yang berkata, usia muda belum cukup matang untuk memulai bisnis.

Salah satunya pernah dirasakan produser musik dan pengusaha nasional, Rahayu Kertawiguna. Di usia remaja, tepatnya era 1980-1990-an, ia mulai mendirikan bisnis usaha rekaman. Kala itu, karir sebagai produser musik bukan pilihan pertama anak-anak muda saat itu. Anak-anak muda saat itu lebih tertarik berkarir di bidang lain yang memiliki masa depan cerah.

Modal Nekat

Dengan modal nekat, ia memulai bisnis di industri rekaman di usia 31 tahun. Hingga membesarkan perusahaan industri rekaman Nagaswara Music & Publishing secara perlahan dan eksis hingga saat ini.

Bagaimana takaran sukses? Rahayu menyebut, ukuran sukses adalah relatif. “Saya sudah memulai (berbisnis) sejak masih bangku kuliah,” kata Rahayu, dihubungi Rabu (26/6).

Berkaca dari pengalaman masa lalu, ia mengimbau para milenial Indonesia untuk memulai langkah wirausaha selagi muda. “Mengingat, faktor usia adalah kesempatan yang lebih besar dari usia lanjut,” tambahnya.

Ada banyak pilihan bidang anak muda mulai membangun usaha. Ia menyebut, anak muda kekinian lebih cocok dengan bisnis kreatif. Tentu, ada tantangan. Menurutnya, ini tergantung kemampuan masing-masing individu. “Kalau kesulitan, ya pasti belum dipercaya oleh semua pihak, pada umumnya begitu,” tukasnya.

Seraya memotivasi generasi muda, Rahayu memberikan tips dan kiat sederhana bagi pengusaha pemula atau muda. “Buatlah bisnis sesederhana mungkin. Jangan memperumit bisnisnya,” ujarnya.

Sayangnya, kata Rahayu, baru ada sekitar 3 – 4 persen pelaku wirausaha di Indonesia. Beruntung, katanya, pemerintah telah mendukung pelaku wirausaha. Buktinya, terkait perpajakan, pemerintah menurunkan beberapa sektor pajak bagi pengusaha.

Butuh 4 Juta Wirausaha Baru

Berdasarkan catatan Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana, awal 2019, jumlah wirausaha di Indonesia kini baru mencapai 3,1 persen dari total penduduk usia produktif.

Menurutnya, angka tersebut masih terbilang sangat minim. Ketimbang tingkat wirausaha di sejumlah negara maju yang bisa mencapai 14 persen, atau sekitar 8,06 juta orang.

Ditemui terpisah, belum lama ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyebut, Indonesia butuh sedikitnya empat juta wirausahawan baru untuk mendorong penguatan struktur ekonomi.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi