Nalar.ID

Rating 17 Plus ‘Silam’ Picu Bos MD Pictures Protes LSF

Jakarta, Nalar.ID – Ada sebuah fakta mengganjal terkait rating film Silam produksi MD Pictures. Pemilik rumah produksi MD Pictures dan produser, Manoj Punjabi, menyayangkan, film produksi terbarunya tersebut mendapat kriteria 17 tahun dari Lembaga Sensor Film (LSF).

“Sebelumnya kami buat untuk segmen pasar (usia) 13 tahun ke atas. Ini malah 17 (tahun),” kata Manoj, dalam seusai jumpa pers film Silam, di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (4/12).

Padahal, lanjutnya, film drama horor ini tak memuat unsur yang patut dikuatirkan. Sebelumnya, pihaknya, telah dua kali menghadap pihak LSF terkait masalah tersebut. Termasuk mempertanyakan film-film rilisan November 2018 yang pernah mendapatkan kriteria 13 tahun.

Manoj menilai, LSF tidak memiliki kriteria pasti agar film masuk rating 13 tahun dan 17 tahun ke atas. “Kriteria enggak jelas. Sistem sensornya seperti mengocok arisan. Mereka nggak ada penilaian yang tepat atau tetap. Misalnya, seperti, ya udah ini 17, ini 13. Seperti kocok arisan,” jelasnya.

Dalam kasus berbeda, LSF, sempat diprotes sejumlah pihak terkait penayangan film impor The Nun di Indonesia beberapa waktu lalu. Sebabnya, film itu mendapat rating 13 tahun. Dari pengamatannya, ada beberapa materi film itu yang dianggap untuk konsumsi dewasa.

“Harus jelas, mana yang ditentukan 13 tahun, dan mana 17 tahun. Kalau mau 17, konsisten semua (film horor) masuk 17. Jadi, kita tahu kalau film horor itu 17 tahun,” pungkasnya. 

Film karya sutradara Jose Poernomo ini diadaptasi dari novelis ternama Risa Saraswati. Menceritakan Baskara (Zidane Khalid), anak berusia 10 tahun yang kabur dari rumah karena tak tahan kerap dimarahi ibunya. Saat menginap di rumah sang paman, ia mendapat teror dari arwah penasaran.

Selain mereka, film yang tayang 13 Desember di bioskop Tanah Air ini dibintangi Nova Eliza, Wulan Guritno, dan Surya Saputra. Silam, merupakan cerita lepas atau spin off dari film Danur Universe.

Penulis: Erha Randy| Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi