Nalar.ID

Rehabilitasi Tubuh dan Pikiran dengan Pilates Re Bar

Nalar.ID, Jakarta – Pada Jumat, 3 Desember 2021, Pilates Re Bar di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, membuka secara resmi Pilates Re Bar. Pilates Re Bar mulai hadir di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, sejak empat bulan lalu. Tepatnya Agustus 2021.

Pilates Re Bar merupakan Japanese affiliated pilates reformer studio dengan beragam visi dan misi. Di antaranya, menyediakan fasilitas pilates reformer studio yang nyaman, bersih dan fun untuk semua orang, dengan lokasi studio dekat dengan rumah atau tempat kerja.

Pilates Re Bar berkeinginan untuk semua orang dapat hidup sehat dan meningkatkan kesehatan dengan menjadikan pilates reformer sebagai regime dari gaya hidup mereka.

“Pilates bukan gym, tapi kami menunjang kegiatan fitnes-fitnes yang lain agar orang lebih kuat, badan di postur tubuh dibetulkan, dan sebagainya,” ujar Direktur Pilates Re Bar, Eny Surya, kepada Nalar.ID, Jumat (3/12/2021).

Kesan Casual dan Bar

Mengapa bernama Pilates Re Bar, artinya memiliki makna khusus.

“Pilates di Indonesia, kesannya olahraga yang sulit dijangkau. Orang nggak terlalu mengerti pilates itu apa. Kami mau bikin kesan casual dan ada bar-nya. Orang tanya, ‘ini ada bar’. Oh, sebenarnya bar-nya meja tinggi. Dalam posisi Anda berdiri, itu semua aktif. Dari pemikiran dan badan kita aktif. Makanya, diberi nama Re, berarti ‘re’, dari kata ‘reformer’. Kalau ada bar, orang kesini nggak cuma merasa duduk, badan pletat pletot, miring-miring, posisi badan tinggi, berdiri, agar otak segar semua. Makanya namanya Re Bar,” jelas Eny Surya.

Pilates Re Bar Japanese Founder Seiji Yamaoka dan Direktur Pilates Re Bar, Eny Surya. NALAR/Ceppy F. Bachtiar

Oleh karena itu, lanjut Eny, tujuan reformer adalah membentuk ulang. Bentuk tubuh yang sudah lama posturnya buruk, kebiasaan-kebiasaan tidak baik sehingga punggung sakit dan badan sakit. Dengan ini, diharapkan bisa membentuk tulang punggung lebih sehat.

Pilates Re Bar memiliki alat pilates. Dengan satu alat ini, menghadirkan banyak gaya dan gerakan. Alat simple, tapi gerakan banyak dan berbeda-beda. “Kami adopsi Kaizen Pilates dan dibawa owner dari Jepang ke Indonesia, karena di Indonesia, konsep pilates seperti ini tidak ada,” kata Eny Surya.

Sejak empat bulan diperkenalkan dengan ditunjang empat instruktur, Pilates Re Bar di PIK, telah memiliki member dengan usia beragam. Mulai dari umur termuda 11 tahun, hingga 60 tahun. Mulai dari anak-anak, wanita, pria, ayah-ibu dan nenek-kakek. Member terbanyak rata-rata usia 25-45 tahun.

50 Cabang

Dalam waktu lima tahun ke depan, Pilates Re Bar berencana akan membuka hingga 50 cabang di seluruh Indonesia. “Kami ingin memberi kesehatan ke lebih banyak orang dan menjangkau ke semua usia, karena studio pilates di Indonesia, perbandingannya masih 1:30,” ungkapnya.

Adapun, tim instruktur Pilates Re Bar adalah didikan dari akademi instruktur sendiri, yaitu Kaizen Pilates Indonesia. Penyaluran sistem pengajaran Kaizen Pilates sangat mendalam dan detail untuk mengajarkan true pilates kepada member agar faedah yang didapatkan juga maksimal.

“Poin Kaizen Piltaes, kalau dari Jepang sendiri, yakni mereka attention to detail. Serta dimasukkan berbagai unsur, seperti medis dan sangat detil sekali. Pengalaman saya di Jepang, murid tertua saya 92 tahun. Konsep awal pilates adalah untuk rehabilitation. Walau usia lanjut, tetap bisa ikut pilates,” tukas Pilates Re Bar Japanese Founder Seiji Yamaoka.

“Sekaligus untuk re-educate, karena persepsi orang terhadap pilates di Indonesia masih sangat minim. Mereka nggak mengerti pilates itu apa. Badan di re-condition, seperti mobil di spooring atau dibetulin, diajarin, dan diberitahu ulang lagi. Kalau nggak coba, nggak merasakan impact ke tubuh seperti apa,” tutup Eny Surya.

Pihaknya ingin mengedukasi bahwa studio Pilates Re Bar ini untuk semua umur, dalam kondisi masing-masing, tergantung case by case. Datang dengan masing-masing, akan mendapat benefit masing-masing.

Secara profesional, Pilates Re Bar mengolah team and management untuk menciptakan pilates studio, di mana komunitas member terbangun secara kekeluargaan dan kebahagian untuk hidup sehat bersama.

Penulis: Radinka Ezar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi