Nalar.ID

RI Akan Punya Unicorn Ke-5, Kabarnya Startup Edutech

Nalar.ID – Tahun ini, Indonesia kedatangan satu startup unicorn lagi. Kementerian Komunikasi dan Informartika menyatakan, startup ini bergerak di bidang teknologi pendidikan (edutech).

“Kami terus berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan startup dalam mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan,” kata Menteri Kominfo Rudiantara, di Jakarta, belum lama ini.

Hanya saja, kata Rudiantara, ini baru sebatas perkiraan. Hal ini tergantung yang ingin berinvestasi di bidang itu.

Ya, edutech-lah, yang pendanaannya sudah di ronde-ronde atas. Bukan level seed capital atau seri A, tetapi di seri D atau ke atas,” tambah Rudiantara.

Anggaran Pendidikan 20 Persen
Ia menambahkan, masuknya sektor edutech itu sebagai unicorn di Indonesia seiring dengan Undang-Undang Dasar (UUD).

“Dalam hal ini, yang menyebut bahwa 20 persen minimal anggaran APBN untuk anggaran sektor pendidikan. Secara logika, orang invest melihat uang itu mengalir kemana. Dari APBN, 20 persen sesuai UUD harus dibelanjakan ke pendidikan. Kalau tahun depan Rp 2.500 triliun, berarti Rp 500 triliun untuk pendidikan,” tambahnya.

Adapun, guna mendukung perusahaan ini menjadi startup, ia berjanji segera memfasilitasi perusahaan tersebut.

“Makanya, mengapa pemerintah punya program next Indonesia unicorn,” jelasnya.

Dari riset CBInsights, Indonesia punya empat startup unicorn, atau bervaluasi di atas US$1 miliar. Seperti Bukalapak (e-commerce) US$1 miliar; Tokopedia (e-commerce) US$7 miliar; dan Traveloka (online travel) US$2 miliar; dan Gojek (ride-hailing), valuasi US$10 miliar.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi