Nalar.ID

Rintis Sejak 2011, Ini Komitmen Nagaswara dengan Dancedhut

Nalar.ID – Label rekaman Nagaswara Music & Publishing tiada henti membuat terobosan. Dikenal melahirkan beragam karya dan biduan–terutama mempopulerkan dancedhut (dance dan dangdut)–, baru-baru ini Nagaswara melempar single album kompilasi anyar.

Bertajuk ‘The NextGen of Dancedhut’, Nagaswara mengenalkan sejumlah talent baru penerus di jalur dancedhut. Siapa saja? Ada RPH (Republik Penguasa Hati) dan Dilza feat. Mimi Peri, dengan lagu Lagi Manjah. Berikutnya, ada penyanyi dangdut pria muda, Denis, lewat single Bicara Cinta.

Dalam keterangan sejumlah media, Selasa (23/7), Denias menyajikan lagu dangdut ini dengan enerjik. “Iramanya enerjik. Saya suka (lagu ini). Lagunya memberikan inspiratif positif,” tukas Denias.

Berikutnya, ada Dinda Permata lewat Cewek Matic. Serta, terakhir, Mimie Farah, dengan lagu Hatiku Terluka. Mimie mengaku bangga mendapatkan kesempatan langka terlibat dalam album kompilasi ini. Ia hanya berusaha memberikan yang terbaik kepada penikmat musik Indonesia.

Sejak 2011

Dihubungi terpisah, CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna mengatakan bahwa konsep ‘dancedhut’ telah dikembangkan labelnya sejak 2011. Tanpa menyebut angka pasti, Rahayu mengaku selama hampir 10 tahun terakhir, pihaknya terus merilis lagu-lagu, album, dan artis anyar, dari dancedhut.

Ia menambahkan, tidak ada alasan tertentu melempar album ini di bulan Juli. Ia menilai, ini bagian dari kreativitas Nagaswara, pencipta lagu, dan para artisnya.

“Sebenarnya, setiap hari ada saja artis dan jenis lagu yang diperkenalkan Nagaswara. Awal Juli ini, ada bintang-bintang pop bertema ‘Pop Mix of The Stars’. Itulah penyanyi-penyanyi muda di jalur dancedhut yang kami anggap menjadi generasi berikut di dunia ini (dancedhut). Makanya, tema kami beri nama itu (The NextGen of Dancedhut),” jelasnya.

Soal pemilihan penyanyi di album ini, Rahayu menilai, mereka memiliki bakat-bakat yang bagus menjadi penyanyi dangdut. “Tepatnya (penyanyi) dancedhut masa depan. Mereka muda dan punya karya, kebetulan ada di momen sama,” ucapnya, mengenai alasan rilis di Juli 2019.

Meskipun terkesan mudah, konsep musik dancedhut dibuat Nagaswara secara detail dan sempurna. Rahayu ingin masing-masing penyanyi memiliki sisi unik dan berkarakter berbeda tetapi kuat.

“Biasanya kalau disatukan akan menjadi menarik. Contoh, duet RPH dengan gaya R’nB dan hiphop-nya menjadi suguhan menarik dan unik setelah digabung dengan Dilza dan Mimi Peri yang lucu. Lagunya juga menjadi elemen penting yang harus disesuaikan dengan siapa yang membawakannya. Demikian pula dengan tema lagu,” paparnya.

Dance Label Nomor 1

Pihaknya optimis dan yakin jika genre dancedhut terus populer di Tanah Air. Sejak awal, Nagaswara dikenal sebagai dance label nomor satu di Indonesia.

“Musik-musik jenis EDM sudah dimulai Nagaswara sejak awal. Lihat perkembangan dancedhut saat ini, sangat pesat lompatannya dibandingkan dangdut biasa atau klasik. Generasi sekarang lebih simple dan to the point. Termasuk bagaimana mereka menikmati dan menerima musik. Dancedhut atau musik dengan dasar EDM sangat mudah diterima,” ungkapya.

Sementara, urusan dancedhut, prestasi Nagaswara tidak bisa dianggap sepele. Sebagai pelopor musik dancedhut, beberapa waktu lalu label ini pernah mendapat tawaran berkolaborasi dengan penanyi lain di luar label.

Seperti GTI (Global Tour Idol), boyband asal Korea Selatan. Mereka meng-cover lagu Lagi Syantik milik Siti Badriah. Lalu lagu Lagi Keceh, dan Rindu Berat. “Lagu dan arrangger-nya dari kami semua,” tambah Rahayu.

Kemudian, ada Baby Shima, penyanyi Malaysia, yang sudah merilis sejumlah nomor dancedhut. Selain itu ada kolaborasi dengan Sule di lagu Terpisah Jarak dan Waktu. Terakhir, Delon dan FDJ Evelin dan DJ ACE1 dari Jepang dalam lagu Be Together.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi