Nalar.ID

Riset Google: Kesabaran Netizen Diuji 3 Detik

Nalar.ID – Google melalukan penelitian terhadap penelusuran mesin pencari ‘search’. Hasil menunjukkan, warganet mau menunggu situs terbuka dalam tiga detik. Jika lebih dari itu, dianggap lama.

Demikian penjelasan Manajer Pemasaran Google Indonesia, Muriel Makarim, dalam keterangannya kepada Nalar.ID, belum lama ini di Jakarta.

Ini penjelasan lengkapnya:

Loading 3 Detik

Kata Muriel, lebih dari 50 persen warganet akan keluar jika loading lebih dari 3 detik. Penjelasan ini Google paparkan pada riset Year in Search Insight for Brands pada 2018 di Jakarta. Riset dilakukan berdasarkan data dari Google Search, plus data dari lembaga riset pihak ketiga.

Buka 6 Detik

Temuan Google, rata-rata situs di Indonesia perlu enam detik sampai terbuka. Mayoritas warganet di Indonesia akses internet hanya lewat ponsel. Pergeseran cukup signifikan.

94 Persen Penetrasi

Penetrasi ponsel ke konsumen antara perangkat mobile lain mencapai 94 persen. Hingga konsumen di Indonesia mengakses internet hanya lewat ponsel.

75 Persen Loading Time

Dari himpunan data, 75 persen responden loading time atau waktu menunggu situs sampai terbuka ialah hal penting.

66 Persen Ingin Informasi

Sebanyak 66 persen ingin mudah menemukan informasi yang dibutuhkan di situs itu. Sementara, 61 persen responden ingin tampilan situs baik di gawai mereka.

24 Persen Responden dan Tampilan Menarik

Hanya 24 persen responden berpendapat, tampilan situs harus menarik. Lalu, 58 persen mengaku, situs harus mudah digunakan.

Ubah Perilaku Konsumen

Google menemukan, perkembangan internet dan teknologi, mengubah perilaku konsumen ketika berbelanja. Baik belanja online atau datang ke toko. Sebelum belanja, konsumen cari informasi tentang kualitas produk melalui ulasan. Terutama dalam bentuk video. Temuan diperkuat oleh kenaikan 1,4 kali ketimbang tahun sebelumnya untuk kata kunci ‘review’ di YouTube.

Diskon dan Promo

Saat ingin belanja, konsumen ingin dapat produk berkualitas dengan harga terbaik lewat tawaran promosi. Ini ditunjukkan dengan kenaikan kata kunci ‘kupon’, ‘diskon’, dan ‘promo’ sebesar tiga kali lipat dalam dua tahun.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi