Nalar.ID

Roadshow Bareng ‘The Seller’, Film Pendek Kedua Dimas Jayadinekat

Nalar.ID, Jakarta – Sineas dan pelaku film Dimas Jayadinekat menggelar roadshow dan penayangan perdana film pendek berjudul The Seller di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Minggu (1/3/2020). Film bergenre horor komedi ini di sutradarai oleh Dimas, termasuk penulisan skenario.

Ini merupakan film pendek keduanya, setelah tahun 2014 bersama komunitas One Day One Juz ia membuat film pendek dakwah berjudul Kembali Pada-Mu dengan pemain Teuku Wisnu dan Oky Setiana Dewi.

Selain sutradara, Dimas adalah penulis skenario freelance di beberapa rumah produksi dan televisi ini. Ia juga membangun komunitas yang didirikannya sejak 2016 bernama Newbie Film Centre.

Komunitas ini dideklarasikan di Nganjuk, Jawa Timur. Sekaligus mencanangkan gerakan ‘Nekat Bikin Film’. Sejak saat itu, Dimas sudah keliling ke beberapa tempat untuk memperkenalkan gerakan ini dalam bentuk workshop film pendek.

Pada Oktober 2019, Dimas dan Newbie Film Centre mengadakan pelatihan produksi film selama dua hari di Rumah Siap Kerja. Ini merupakan start up businees yang diprakarsai oleh mantan Wagub DKI, Sandiaga Salahudin Uno yang berada di Jalan Wijaya I Jakarta Selatan.

Roadshow film pendek Dimas - nalar.id
Roadshow dan penayangan perdana film pendek ‘The Seller’ di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (1/3/2020). NALAR/Dok.pribadi

HBO Film Festival

Hasil pelatihan tersebut adalah membentuk tim yang kemudian  menggarap film The Seller ini dan diikut sertakan ke HBO Film Festival, serta disepakati untuk di putar keliling ke berbagai tempat.

“Gerakan ‘Nekat Bikin Film’ ini adalah aksi nyata dari konsep yang saya namakan Filmpreneurship. Dari setiap pelatihan di beberapa titik yang dikunjungi, kami mengajak para peserta pelatihan tak hanya berhenti di produksi filmnya. Mereka juga harus mampu mendapatkan uang dari sana, dengan roadshow, serta cara-cara lainnya. Sehingga terbentuk jaringan distribusi film pendek independen,” kata Dimas kepada Nalar.ID, belum lama ini.

Menurutnya, kindustri kreatif  menjadi primadona. Terutama industri film. Bahkan untuk kelas ‘recehan’-nya. Ibarat skala industri besar, apa yang dilakukan ini layaknya para pengusaha UMKM. Bermodal kecil, namun dapat membantu peningkatan kesejahteraan banyak orang di lingkungannya.

Menarik, roadshow inin, meskipun terlihat sederhana, tapi terlihat terkonsep dan serius penggarapannya. Layaknya premier film tingkat industri yang lebih besar. Para pemain tampil dengan kostum dan riasan yang ada di film pendeknya. Begitupun dengan sesi bedah film, yang di respon audiens usia 15-45 tahun.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi