Nalar.ID

Rombak Sistem Perlindungan Sosial di 2021: Yakin Angka Miskin Turun?

Presiden Joko Widodo meminta para menteri menuntaskan distribusi penyaluran program bantuan sosial pada periode Agustus-September. Harapannya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III 2020.

Nalar.ID, Jakarta – Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, akhir Agustus 2020 lalu, Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada jajaran menterinya. Semua mata para menteri Kabinet Indonesia Maju tertuju kehadapan Jokowi secara serius.

Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang ikut tersorot Jokowi.

Kepada Muhadjir, Jokowi meminta agar penyaluran dan distribusi penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) segera tuntas.

“Harapan saya, pertengahan Agustus-September ini selesai. Jadi, kita bisa mendorong sampai growth (pertumbuhan) bagus,” kata Jokowi, disela rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi juga meminta Menko Muhadjir Effendy agar selalu memantau realisasi penyaluran berbagai bansos lainnya. Mulai dari bansos tunai, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga bantuan presiden (banpres) produktif.

“Terutama yang berkaitan ini, agar terus memantau BLT Desa, bantuan sosial tunai, BPNT yang telah ditambah. Nanti akan ada banpres produktif. Lalu, bantuan untuk subsidi gaji,” tambah Jokowi.

Kendala Data

Jokowi juga mengimbau jajaran menterinya agar terus membenahi sejumlah kendala penyaluran bansos. “Paling banyak terkendala adalah soal data. Seperti nomor account di bank, ini menghambat,” tuturnya.

Diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran Rp695,2 triliun untuk penanganan dampak pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020.

Anggaran itu terbagi untuk kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, stimulus UMKM Rp123,46 triliun, sektoral kementerian/lembaga dan pemda Rp106,11 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, dan insentif usaha Rp120,61 triliun.

Khusus untuk perlindungan sosial berupa bansos, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan realisasi penggunaan anggaran mencapai Rp85,34 triliun per 4 Agustus 2020. Realisasi itu setara 41,85 persen dari total pagu yang disiapkan Rp203,9 triliun.

Nantinya, Menkeu Sri Mulyani akan merombak sistem perlindungan sosial pada 2021. Tujuannya, mempercepat penurunan angka kemiskinan akibat pandemi.

“Pemerintah akan menguatkan pelaksanaan program perlindungan sosial dengan reformasi sistem perlindungan sosial. Reformasi ini bisa berbagai cara. Antara lain perbaikan data masyarakat miskin dan rentan miskin,” ujar Sri Mulyani, dalam video conference, awal September 2020.

Integrasi dan Digitalisasi

Selain itu pemerintah akan memperbaiki integrasi dan digitalisasi penyaluran bansos, pengembangan sistem perlindungan sosial yang adaptif, hingga penyempurnaan mekanisme pendanaan perlindungan sosial.

Maka itu, pemerintah mengalokasikan dana untuk perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun.

Dana itu akan digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, bansos Jabodetabek, bansos non-Jabodetabek, kartu prakerja, diskon listrik, dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa.

Selain itu, pemerintah kembali menganggarkan dana perlindungan sosial tahun 2021 melalui PEN sebesar Rp110,2 triliun. Nantinya, anggaran itu akan dikucurkan melalui PKH, kartu sembako, kartu prakerja, dan bansos tunai.

“Bansos diberikan lagi supaya masyarakat menengah ke bawah tetap bertahan di tengah pandemi ini. Ini juga untuk menggerakkan lagi perekonomian dalam negeri,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Prediksi pemerintah, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,2 persen hingga 1,1 persen tahun ini. Angka itu turun dari proyeksi awal yang minus 0,4 persen sampai 2,3 persen.

Tahun 2021, pemerintah mulai optimistis dengan ekonomi mendatang. Target pemerintah, ekonomi melaju sekitar  4,5 persen sampai 5,5 persen di 2021.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi