Nalar.ID

Rp 150 Miliar, Perbaikan Tanjung Lesung Pasca-Tsunami

Jakarta, Nalar.ID – Tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam, membawa kerusakan cukup besar di objek wisata Tanjung Lesung. Terlebih, objek itu paling dekat, atau berjarak 3 – 4 meter dari bibir pantai.

Dalam keterangan sejumlah media, Senin (24/12), di Jakarta, Direktur Utama PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono, pengelola objek wisata ini menuturkan, sampai kini, pihaknya masih melakukan perhitungan terhadap total nilai kerusakan akibat tsunami itu.

Jumlah tersebut, kata Darmono, melalui pandangan mata lapangan. Dengan estimasi, 30 persen gedung hotel dan cottage rusak parah. Selebihnya, 70 persen, rusak ringan. Informasi ini berdasarkan laporan PT. Banten West Java Tourism Development, anak usaha PT Jababeka Tbk., pengelola beberapa penginapan dan hotel di Tanjung Lesung.

Untuk data rinci, Darmono belum memiliki data akurat sebab masih harus menghitung detil. Ia menambahkan, jumlah itu termasuk biaya santunan korban, seperti keluarga dan karyawan. Termasuk kerugian kerusakan peralatan penunjang seperti kapal-kapal dan lainnya.

Sementara, khusus kerusakan gedung, ditanggung penuh oleh asuransi. Sehingga pihaknya tak kuatir mengenai biaya besar yang harus dikeluarkan. “Semoga perbaikan bisa rampung awal Januari 2019,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi