Nalar.ID

Rumah Anda Masuk Wilayah Bencana? Cek Ini

Nalar.ID, Jakarta – Kediaman Anda berada di wilayah bencana alam atau tidak? Petunjuk ini dapat Anda diikuti. Masyarakat cukup mengakses atau klik situs MAGMA Indonesia (https://magma.vsi.esdm.go.id/) yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia.

Akses situs ini cukup mudah. Berikut urutan dan penjelasannya, dihimpun Nalar.ID, melalui situs resminya:

  1. Klik ikon bulat putih bertulis huruf ‘i’ di masing-masing ibu kota provinsi sesuai domisili.
  2. Setelah klik, ikon akan beri info: posisi geografis pemerintah daerah, ibukota provinsi, jumlah penduduk, dan potensi sumber bencana geologi (gempa, tsunami dan gerakan tanah, gunung api).
  3. Anda juga bisa unduh peta kawasan. Ada peta kawasan rawan tsunami, rawan gempa, zona kerentanan gerakan tanah, dan potensi gerakan tanah bulanan.
  4. Situs juga sediakan ikon gunung warna berbeda untuk menunjukkan status aktivitas gunung berapi, dan ikon lingkaran berisi informasi catatan terjadinya gempa.
  5. Seluruh menu dan ikon dijelaskan di menu ‘legenda’.
  6. Warga juga bisa menyaring ikon. Mana yang akan dilihat, dengan klik ikon ‘lapisan’ di ujung kanan atas bawah menu.
  7. Di menu itu, ada pilihan ESRI_WorldImagery, atau menampilkan peta dengan warna sesuai aslinya.
  8. ESRI_WorldImagery menampilkan nama wilayah dan batasan, kebencanaan provinsi, gempa bumi, gunung api level I (normal), gunung api level II (waspada), gunung api level III (siaga), gunung api level IV (awas), dan kejadian gerakan tanah (longsor).

Data tersebut update dan dimuktahirkan berkala. Seluruh data bersumber dari sejumlah badan, diantaranya:

Peta:

  1. ESRI Arcgisonline Mapserver (peta dasar) visualisasi peta di situs MAGMA Indonesia ter otomasi dengan Python-Folium.
  2. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (peta kerawanan/kerentanan)

Gempa Bumi dan Tsunami:

  1. BMKG (pusat sumber gempa)
  2. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (data dasar dan laporan tanggapan)
  3. The Global Centroid Moment Tensor (solusi mekanisme gempa)

Gunung Api:

  1. Smithsonian Institution, Global Volcanism Program (data dasar)
  2. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (data dasar dan pengamatan rutin)

Gerakan Tanah:

  1. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (data dasar dan laporan tanggapan atau pemeriksaan)

Diketahui, sistem ini dikembangkan mandiri oleh PNS PVMBG sejak 2015 dengan teknologi terkini berbasis open-source. Dari penjelasan situs, prinsip utamanya adalah mengubah data jadi informasi. Lalu rekomendasi agar mudah dipahami masyarakat.

Situs MAGMA Indonesia bisa diakses melalui aplikasi mobile dan web. Hingga Selasa (16/10), situs ini sudah menembus lebih dari 3 juta orang sejak 7 hari terakhir. Sementara, di hari yang sama, sudah diunduh lebih dari 50 ribu orang pengguna android.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi