Nalar.ID

Sah! Ini Nama Baru Pengganti Facebook

Nalar.ID, Jakarta – CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan perubahan nama baru Facebook menjadi Meta. Pengumuman berlangsung pada Kamis, 28 Oktober lalu.

Perubahan nama itu adalah upaya rebranding perusahaan untuk mengubah persneling yang tak hanya dikenal sebagai perusahaan media sosial, namun membuat dunia virtual yang disebut metaverse metaverse.

Sebelumnya, Juli 2021, Zuckerberg mengatakan selama beberapa tahun ke depan, Facebook akan bertransisi efektif dari pengguna yang melihatnya sebagai perusahaan media sosial menjadi perusahaan metaverse.

Ia mengatakan, Facebook adalah perusahaan yang membangun teknologi untuk terhubung. Nama Facebook, diakuinya, tak sepenuhnya mencakup semua yang dilakukan perusahaan sekarang dan masih terkait erat dengan satu produk.

“Seiring berjalan waktu, kami harap ini terlihat sebagai perusahaan metaverse,” kata Zuckerberg, dikutip The Verge.

Adapun, perusahaan itu kini mengelola akun Twitter @meta dan meta.com, yang kini dialihkan ke halaman selamat datang di Facebook yang menguraikan perubahan. Walau demikian, Zuckerberg mengungkapkan bahwa struktur perusahaan tak akan berubah, namun laporan keuangan disajikan akan berubah.

“Dimulai dengan hasil kami untuk kuartal keempat 2021, kami rencana untuk melaporkan dua segmen, yaitu Family of Apps dan Reality Labs. Kami juga bermaksud untuk memulai perdagangan di bawah ticker saham baru yang telah kami pesan, MVRS, pada 1 Desember. Pengumuman ini tak memengaruhi cara kami menggunakan atau membagikan data,” tambahnya.

Selama beberapa minggu terakhir, Facebook juga berada di bawah pengawasan ketat setelah pengungkapan berdasarkan dokumen internal yang diberikan kepada Wall Street Journal oleh whistleblower Frances Haugen.

Dokumen tersebut menyebut bahwa platform Instagram milik Facebook telah menjadi wadah beracun bagi remaja, terutama perempuan. Regulator antimonopoli juga mendorong perusahaan untuk dibubarkan karena kepercayaan publik pada platform media sosial yang sudah kehilangan minat.

Sebelumnya, beberapa outlet media menerbitkan rincian lebih lanjut dari dokumen internal tersebut yang menyebut basis pengguna Facebook telah menua dan platform itu kehilangan daya tarik di kalangan generasi muda.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi