Nalar.ID

Sah! Sylviana Murni Terpilih Jadi Ketum MAI 2023-2027

Nalar.ID, JAKARTA – Badan Pengurus Pusat (BPP) Majelis Ilmuwan Muslimah (Majelis Alimat Indonesia/MAI) menghelat Munas ke 6 di Komplek DPR/MPR RI, Jakarta, pada 7 Oktober lalu dengan mengusung tema “MAI Perkokoh VIsi, Menjaga Legasi”. Agenda Munas ini dalam rangka menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban, sidang komisi hingga pemilihan Ketum baru.

“Istiqamah penting dipegang dalam komitmen penguatan dan persatuan umat Islam. Mari kita bersyukur dan melanjutkan apa yang diletakkan pimpinan MAI terdahulu,” ujar Ketua Umum MAI, Prof. Dr. Amany Lubis, dalam keterangan resmi diterima Nalar.ID.

MAI adalah organisasi resmi tercatat di Kementerian Hukum dan HAM. Memiliki jaringan struktur organisasi tingkat nasional hingga internasional. MAI memiliki visi berkontribusi dalam kajian keislaman, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemberdayaan masyarakat. Serta memberi solusi terhadap permasalahan umat dan bangsa.

Selama periode 2020-2023, BPP MAI menggelar berbagai program kerja internal atau eksternal. Antara lain pembentukan 12 Pengurus Wilayah hingga pembuatan media publikasi.

Munas MAI ke-6 ini sekaligus momentum pemilihan Ketum BPP MAI periode 2023-2027. Ketua Terpilih untuk periode selanjutnya, yakni Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DKI Jakarta, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH,. M.Si.

Dalam pidato pertamanya, Sylviana menyampaikan rencana program kerja. Ia komitmen meningkatkan hubungan internasioal bekerjasama dengan kementerian/lembaga.

“Alhamdulillah karena MAI memberi kepercayaan, meski ini amanah luar biasa harus saya jaga. Innalillahi karena Khalifah pertama Sayyidina Abu Bakar Ash-Shidiq mengajarkan saat menerima amanah jabatan, beliau berucap inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, karena semua berawal dari ketetapan Allah. Harus dikembalikan ke Allah karena kita tak punya kuasa apapun,” kata Sylviana.

Sylviana menargetkan terbentuknya program Sains Taklim, yakni kegiatan majelis taklim berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Kiprah MAI harus menyentuh kelompok muslimah sampai akar rumput.

Ia menyebut Sains Taklim adalah gerakan dakwah intelektual yang relevan bagi semua kalangan. Dari komunitas masyarakat tingkat RW sampai lembaga tingkat internasional. Sylviana Murni juga membidik sasaran memajukan organisasi.

Sasaran itu, yaitu meningkatkan peran muslimah intelektual di bidang penelitian, terjemahan dan penerbitan pendidikan. Lalu, memperkenalkan Islam sejuk dan damai; Mencari solusi bagi problem muslimah dalam berbagai aspek kehidupan; Menggiatkan kajian fiqih kontemporer dalam menjawab persoalan modern.

Lalu, Mengaktifkan dialog pemikiran dalam budaya; Mendokumentasikan dan menyebarluaskan pengalaman kerja muslimah serta menyebarluaskan karya-karya pemikiran Islam di tingkat nasional dan internasional. masukkan script iklan disini.

“Islam memberi tempat istimewa bagi kaum perempuan. Sejatinya perempuan sebagai figur ibu berperan penting menyiapkan generasi emas untuk masa mendatang. Syaikh Shaleh al-Fauzan dalam kitab Makaanatul mar-ati fil Islam menyebutkan Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkan berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya,” jelasnya.

Pimpinan Komite I DPD RI ini menjelaskan program kerja yang baik adalah program yang dikerjakan secara kontinyu dengan target jelas. “Program Sains Taklim adalah agenda besar yang bisa mensinergikan berbagai instrumen masyarakat dengan kementerian atau organisasi dunia,” katanya.

MAI memiliki beberapa bidang garapan, antara lain Bidang Agama, Bidang Pendidikan, Bidang Pendidikan Sosial Budaya, Bidang Ekonomi, Bidang Sains dan Teknologi, Bidang Kesehatan, serta Bidang Dakwah dan Komunikasi.

Ia juga menjabarkan strategi kolaborasi kementerian atau lembaga dunia untuk menyukseskan agenda kerja MAI tiga tahun ke depan.

“Prinsipnya, kita membangun kolaborasi dengan pemerintah. Apakah nanti melalui pemanfaatan hubah APBN atau lainnya. Contoh, di Jakarta banyak program kolaboratif bisa di support oleh Pemda DKI. UMKM, Kesehatan, Pendidikan dan lainnya dapat kita bangun dengan Pemprov DKI,” tandasnya.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi