Nalar.ID

Salah Tangkap Jurnalis oleh Polisi, Ini Kata Kuasa Hukum Mifta Chatul

Nalar.ID – Kuasa hukum Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Pitra Romadoni Nasution, dengan didampingi kuasa hukum lampumerah.co.id Mifta Chatul (Meta) menyampaikan keterangan terkait kriminalisasi dan pelecehan yang dilakukan oknum security PT. Jaya Ancol (PJA) dan Panit Polsek Pademangan Jakarta Utara, di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

Keterangan tersebut terkait kronologis kejadian yang menimpa anggota FWJ Esa Tjatur Setiawan pada 17 Agustus 2019 saat unjuk rasa di depan pintu masuk Ancol.

Peristiwa pelecehan dan kriminalisasi terhadap profesi wartawan itu disayangkan Pitra. “Dalam mencari berita, jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang. Peristiwa ini melecehkan profesi wartawan. Kami akan menggugat PT. Jaya Ancol dan oknum Panit Polsek Pademangan, “ ujar Pitra, dalam jumpa pers, Rabu (4/9).

Pitra meminta FWJ untuk segera menyurati Direktur PT. Jaya Ancol dan memberi apresiasi kepada kuasa hukum Esa untuk mendampingi kasus tersebut.

Sementara, kuasa hukum Esa, Mifta Chatul (Meta) sudah melayangkan somasi kedua ke PT. Jaya Ancol. “Tapi sampai detik ini belum ada tanggapan. Kami kasih waktu sampai tiga hari ke depan. Kalau tidak ada tanggapan, kami akan menggugat secara hukum, “ jelas Meta.

Sebelumnya, peristiwa ini dialami pada 17 Agustus 2019 lalu ketika ada unjuk rasa mahasiswa dari Aliansi Komunitas Peduli Aset Negara (KPAN) di Pantai Jaya Ancol (PJA) yang di pimpin Chairul. Aksi mereka terkait pengelolaan gedung ABC Ancol yang selama 15 tahun terakhir dinilai gagal memberikan kontribusi keuntungan bagi PJA.

Menurut Esa, dalam aksi itu, Chairul berorasi menyampaikan aspirasi namun justru diciduk oleh polisi. Padahal, kata Esa, demo itu berlangsung damai dan tertib. Bahkan tak terlihat ada tindakan melawan hukum.

Sayangnya, aksi yang berlangsung tertib dan damai pukul 16:00 WIB, mendadak berakhir ricuh. “Posisi saya sedang menjalankan tugas jurnalistik dengan mengambil gambar demo, kenapa saya ikut ditangkap. Baru esok harinya, kami diperbolehkan pulang setelah BAP dan dikenakan wajib lapor,“ tukas Esa.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi