Nalar.ID

Sandiaga Uno: Enterpreneur Itu Bukan Profesi tapi Mindset

Nalar.ID – Sandiaga Uno berbagi pengalaman kepada para pengusaha muda agar bisa survive di era disrupsi Revolusi Industri 4.0 di Indonesia. Kata Sandi, revolusi ini 4.0 itu datang untuk membawa berkah bagi pengusaha Indonesia.

Menurutnya, agar bisa berhasil dalam berusaha, tak ada pilihan lain kecuali harus fokus, membangun networking atau memperbanyak silaturahmi. Serta improvisasi dengan  teknologi terkini dan just do it.

“Contohnya, anak buah saya, Michael Juwita setelah berpisah dengan Saratoga Group, dia fokus mengembangkan usaha di bidang energi baru dan terbarukan, seperti pembangkit listrik dan tenaga Surya,” kata Sandi, di sela forum Mentoring Busines Usaha di Muktamar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) di Yogjakarta, Kamis (14/1) lalu.

Improvisasi Teknologi

Menurutnya, dalam tempo tiga tahun, aset bisnis Michael sudah mencapai Rp75 triliun. Apapun bisnisnya, kata mantan calon wakil presiden lalu yang bergandeng dengan Prabowo ini, harus  berani melakukan improvisasi teknologi jika ingin survive dan berhasil.

Contoh lainnya, kata Sandi, bos Alibaba.com. “Dia itu gaptek, tapi bergaul dengan pakar IT dan mengajak mereka mengembangkan bisnis itu,” sambungnya.

Sebaliknya, lanjut Sandi, Blackberry kini mati justru karena mengabaikan teknologi berbasis android. Sandi menambahkan, kaum milineal Indonesia kini banyak yang sukses dengan memanfaatkan teknologi 4.0. “Milenial itu suka yang cheaper (murah), better (kualitas bagus), faster (serba cepat) dan jangan inkar janji,” sambungnya.

Para start up milenial ini, kata Sandi, meski usaha masih tergolong usaha kecil menengah (UKM) namun omsetnya sudah milyaran, karena memanfaatkan teknologi 4.0 seperti automation, atau teknologi digital marketing.

“Saat ini pertumbuhan industri kita turun atau mengarah ke de-industrialisasi dengan angka di bawah 20 persen dari PDB. Kalau kita tidak menerapkan teknologi 4.0, akan kehilangan 23 juta lapangan kerja. Namun, bisa kita terapkan 4.0 maka kita akan dapat 27-46 juta lapangan kerja baru. Jadi, 4.0 ini bisa membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.

Manfaatkan Testimoni

Ia menambahkan, pola-pola bisnis banyak berubah di era Revolusi 4.O. Sandi mencontohkan, dulu yang mahal itu belanja iklan. Kini, belanja iklan bisa ditekan dengan memanfaatkan digital marketing.

“Dulu, orang beli produk karena kekuatan iklan. Kini orang pakai produk karena adanya testimoni  dari para influencer. Karena itu, manfaatkan testimonial dari para tokoh agar produk Anda bisa dibeli konsumen,” ungkapnya.

Sandi meyakinkani bahwa ke depan, yang banyak tumbuh ialah usaha-usaha UKM. Menurutnya, investasi yang tumbuh, akan banyak investasi kecil-kecil, yaitu di bawah 50 ribu dolar AS. “Penelitian saya mencatat, potensi UKM ini sebesar 41 persen angkanya,” katanya.

Maka itu, butuh penekanan agar terus improvisasi teknologi. Serta meningkatkan terus SDM. Terus berinovasi dengan pasar yang terus berubah cepat dan memperbanyak silaturahmi. “Ingat, enterpreneur itu bukan profesi tetapi mindset,” pungkasnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi