Nalar.ID

‘Sanditrack’, Buku Kajian Pembangunan Ekonomi ala Sandiaga Uno

Nalar.ID – Ada 17 masalah bangsa di Tanah Air yang mengemuka. Permasalahan dan solusi real dalam perspektif milenial tersaji lengkap dalam buku keluaran anyar berjudul Sanditrack.

Buku yang ditulis oleh Chairil Anwar, pengusaha sekaligus dokter anastesi ini membahas tuntas aneka persoalan bangsa di negeri ini. Adapun, buku ini dikenalkan menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Dilihat dari judulnya, buku ini mengupas kajian pembangunan ekonomi ala calon wakil presiden 2019, Sandiaga Uno.

Chairil, dalam diskusi di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4), mengatakan bahwa buku ini ia tulis sebagai langkah pengkayaan dan apresiasi pemikiran Sandi terhadap basis ekonomi.

Cocok untuk Milenial
“Saya berharap, buku ini menjadi bacaan anak-anak milenial agar dapat mandiri. Terlebih, ditengah tantangan hidup dan persaingan yang semakin ketat,” katanya.

Chairil menegaskan, buku ini bukan berisi kiprah politik Sandi. Melainkan sumbangsih dan pemikiran penulis atas aneka permasalahan bangsa yang dihadapi generasi muda.

“Solusinya, milenial enggak lagi dihadapkan pada objek, tapi subjek pembangunan, ya. Generasi ini (milenial) harus menjadi ujung tombak dan barometer penggerak ekonomi bangsa,” sambungnya.

Menurut catatan proyeksi penduduk dari Badan Pusat Statistik (BPS), usia 20-34 tahun dikelompokkan dalam generasi milenial. Kelompok usia itu akan menyumbang 23,95 persen dari total populasi Indonesia tahun 2018 yang diproyeksi BPS mencapai 265 juta jiwa.

Kata Chairil, ada 17 persoalan bangsa dibahas tuntas di buku ini. Selain itu, ada pula delapan program yang dapat dijelaskan. Serta 45 solusi riil terkait masalah bangsa dalam kacamata milenial.

Bentuk Pola Pikir

Sementara itu, di lokasi serupa, budayawan Betawi, Syamsudin CH Haesy mengungkapkan  bahwa buku ini cocok dan harapan terkait pola pikir bagaimana pembangunan dijalani.

Menurutnya, negeri ini perlu pemimpin yang mampu membalik kemiskinan. “Bukan kebalikannya, mengentaskan kemiskinan. Kalau itu (mengentaskan) tetap dilakukan, sama dengan mengembangbiakkan kemiskinan itu sendiri,” jelas Syamsudin.

Dalam kesempatan yang sama, Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK-OCE bentukan Sandiaga, ikut hadir dalam perkenalan dan terbitnya buku terbaru ini. Iim mengaku senang buku ini nantinya bisa menjadi masukan kepada Sandi.

“Terutama gerakan OK-OCE supaya lebih maju,” lanjutnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi