Nalar.ID

Sebelum RI, 6 Negara Ini Pernah Blokir Medsos

Nalar.ID – Pemerintah, pada 22 Mei lalu, memutuskan membatasi sementara akses beberapa fitur media sosial dan layanan perpesanan. Baik itu WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Tujuannya untuk keamanan nasional dan negara.

Pengumuman itu disampaikan dalam jumpa pers bersama Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Tito Karnavian.

Ternyata, Indonesia bukan negara pertama yang memblokir akses ke media sosial. Berikut daftar negara yang membatasi dan memblokir terhadap media sosial, seperti dikutip CNBC, Sabtu (25/5):

Korea Utara
Tidak hanya Facebook, Youtube, dan Twitter, negara ini pernah memblokir situs asal Korea Selatan. Negara ini aktif membatasi informasi dari luar negeri sejak 2016. Alasan Kementerian Telekomunikasi Korea Utara, pemblokiran dilakukan demi membatasi akses dari luar negara itu.

Rusia
Media sosial asal China, WeChat, pernah diblokir negara. Kejadian pertengahan 2017. Alasannya, melanggar aturan registrasi. Termasuk situs LinkedIn, pernah turut diblokir.

Mesir
Saat Hosni Mobarak masih menjabat presiden, negara ini pernah memblokir akses ke media sosial pada 2010.

Sri Lanka 
Belum lama ini, atau 13 Mei 2019 lalu, Sri Lanka memblokir akses ke WhatsApp dan Facebook. Tindakan diambila seusai postingan memicu kerusuhan anti-Muslim di sejumlah kota. Peristiwa ini dampak terbaru dari serangan beberapa bom bunuh diri di tiga gereja pada perayaan Minggu Paskah.

Republik Kongo, Chad, dan Uganda
Ketika pemilihan umum berlangsung, beberapa negara di Afrika melarang akses ke media sosial. Ini untuk mencegah beredarnya informasi palsu tentang hasil pemilu.

China
Negeri komunis ini paling aktif memblokir sejumlah situs dan aplikasi terbesar dunia, seperti Instagram, Google, Facebook, dan lainnya. Negara ini hanya mengizinkan situs pencari dan media sosial lokal. Tentu, dengan kontrol ketat.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi