Nalar.ID

Sektor IKFT Siap Terapkan Industri 4.0

Nalar.ID, Jakarta – Perjalanan sektor industri di Indonesia dalam menerapkan teknologi industri 4.0 menorehkan beberapa catatan penting yang melandasi perkembangan industri selanjutnya.

Di sektor kimia, farmasi, dan tekstil, sejumlah perusahaan telah mengimplementasikan industri 4.0 yang memungkinkan efisiensi dan peningkatan daya saing.

“Revolusi industri adalah perpaduan teknologi dengan mengintegrasikan sumber daya teknologi, mesin, dan manusia. Memberikan perubahan besar dalam sektor ini,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam dalam seminar, belum lama ini.

Sektor IKFT menjadi prioritas nasional pengembangan ndustri 4.0 karena memiliki kinerja cemerlang selama ini. Tahun 2020, ekspor industri kimia, farmasi, dan tekstil mencapai 33,99 miliar dolar AS.

Realisasi investasi periode itu sebesar Rp61,97 triliun, didominasi oleh industri kimia dan bahan kimia. Sektor itu juga menyerap tenaga kerja hingga 6,24 juta orang.

“Sektor farmasi juga masuk prioritas untuk mendorong transformasinya dan mewujudkan kemandirian Indonesia dalam bidang kesehatan,” papar Khayam. 

Kemandirian Indonesia di sektor industri alat kesehatan dan farmasi merupakan hal yang penting. Terlebih dalam kondisi kedaruratan kesehatan seperti saat ini. Sektor tesebut masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi Covid-19, di saat sektor lain terdampak berat.

Penulis: Radinka Ezar| Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi