Nalar.ID

Semangat Roy Jeconiah untuk Asian Games 2018

Nalar.ID, Jakarta –Mantan vokalis Boomerang, Roy Jeconiah, antusias menyambut Asian Games 2018. Bersama DJ Stroo, mereka mengenalkan lagu rock dan electronic nuansa nasional dan penyemangat para atlit.

Band rock papan atas asal Surabaya, Boomerang, pernah berjaya di era 1990-an. Vokalis Roy Jeconiah, dikenal dengan karakter vokal timbre tinggi dan lebar, lengkap dengan lagu-lagu hit sepanjang 1994 hingga 2000-an.

Sayangnya, ia memilih hengkang dari band ini 2010 silam. Boomerang, segera mendapat vokalis pengganti, Hubert Henry Limahelu, merangkap posisi bas. Sayangnya, kepergian Roy, secara tak langsung sedikit memudarkan popularitas Boomerang.

Roy, akhirnya mengajak John Paul Ivan, gitaris yang hengkang sejak 2005. Mereka membuat grup baru bernama RI 1, akronim Roy-Ivan. Sejak itu, baik tanpa Ivan atau tidak, Roy lebih banyak tampil di perhelatan off-air. Roy mengakui, jarang terlihat di publik karena lebih sering tampil di off-air atau di belakang layar.

Namun, baru-baru ini, ia kembali muncul ke permukaan dengan karya baru. Menggaet DJ Stroo, ia mengenalkan lagu berjudul Aku Garuda. Menariknya, lagu ini mereka persembahkan untuk menyambut perhelatan Asian Games 2018. Lagu ini sudah diciptakan oleh DJ Stroo sejak dua hingga tiga tahun lalu.

“Kami ngobrol serius dan panjang untuk lagu ini. Setelah lama diskusi dan proses dua sampai tiga tahun, bikin lagu enggak sampai sebulan selesai. Kami (dengan format Roy Jeconiah feat DJ Stroo) sama-sama bertemu di event musik gede di Jakarta, tiga tahun lalu,” ucap Roy, saat jumpa pers, di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

Awalnya, lagu ini bukan mereka tujukan untuk event olahraga. “Pas bikin lagu ini, memang arah lirik dan nada-nya tentang nasionalisme dan semangat,” tambah DJ Stroo, sang pencipta.

Inspirasi Queen

Lagu ini terinspirasi dari tembang We Are the Champion, yang dipopulerkan dan dirilis oleh band legendaris Inggris, Queen, tahun 1977. Sejak itu hingga saat ini, lagu tersebut kerap menjadi ‘theme song‘ dan penyemangat di beberapa penyelenggaraan olahraga. Baik nasional maupun dunia.

Disisi lain, masuknya DJ Stroo di lagu ini, memperkuat nuansa electronic dance music (EDM). Terlebih, karakter vokal rock Roy, memperkuat posisi tawar bagi pendengar. Roy, senang lagu ini menambah ragam musik di Indonesia di tengah minimnya lagu bertema nasional. “Harapannya, lagu ini jadi pelecut dan semangat para atlit asal Indonesia yang berlaga (di Asian Games 2018). Makanya, ada (kata) Garuda,” tukasnya.

Menjadi penyemarak Asian Games 2018, keduanya menjamin, lagu ini bisa mengena di telinga dan hati penggemar. “Selama ini saya banyak main di (musik) rockKayak agak suntuk (jenuh). Makanya, pas diajak kolaborasi disini, langsung mau. Mungkin aja (lagu ini) bisa jadi athem (lagu kebangsaan),” jelas Roy.

Roy, mengaku, kolaborasi ini, adalah pengalaman terbarunya bermusik sebab bisa menyatukan banyak hal dalam bermusik. Karakter vokal nge-rock Roy, berkawin dengan nuansa electronic Stroo.

Meski berkolaborasi dengan musik berlawanan, Roy tetap memertahankan rock, musik yang sudah mendarah daging selama ia berkarier selama ini. “Masih rock masih diminati masyarakat,” tutupnya. Ia berharap, keduanya tak berhenti di lagu ini saja.

Penulis: Baktian Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi