Nalar.ID

Senator DKI Jakarta Fahira Idris: Pendatang Boleh ke Jakarta Asal Punya Skill dan Etos Kerja

Nalar.ID – Kabar bahagia bagi warga pendatang yang masuk Ibukota. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghapuskan operasi yustisi dan memberi keleluasaan pendatang baru ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Terkait kebijakan ini, bagaimana aturan-aturan tersebut harus dipatuhi oleh pendatang? Menurut Fahira Idris, paling utama dan mendasar yakni menaati aturan.

“Mulai dari administrasi kependudukan. Seperti melaporkan kedatangan ke RT/RW setempat dengan melampirkan foto kopi kartu identitas (KTP). Harus punya kartu BPJS Kesehatan. Alangkah baik kalau punya surat pengantar dari RT/RW di daerah asal,” kata Senator DKI dan DPD DKI Jakarta Fahira Idris, dihubungi Nalar.ID, Senin (24/6).

Ini harus dipatuhi agar Pemerintah Provinsi DKI dapat mendata pendatang untuk administrasi kependudukan. Sekaligus memudahkan pendatang jika suatu saat ingin mempunyai KTP DKI.

“Kartu BPJS Kesehatan juga penting. Memudahkan pendatang dapat pelayanan kesehatan. Jakarta terbuka untuk semua yang mencari penghidupan lebih baik,” imbuhnya.

Terkait skill atau keterampilan, pendatang harus punya keahlian agar dapat pekerjaan yang baik di Jakarta. Selain keahlian, lanjutnya, tak kalah penting adalah etos kerja.

Pro-kontra

Setiap kebijakan pasti ada pro dan kontra. “Maka itu, para pendatang harus bisa membuktikan diri bahwa mereka nantinya, bersama warga Jakarta lain akan menjadi bagian penting dari kemajuan dan geliat ekonomi Jakarta,” jelasnya.

Disinyalir, kehadiran pendatang tidak akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Fahira menyatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Jakarta mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau ini terus ditingkatkan maka warga Jakarta yang masih menganggur dan pendatang yang punya keahlian, bisa terserap ke berbagai sektor ekonomi sehingga ekonomi menggeliat. Apalagi jika pertumbuhan ekonomi Jakarta bisa dimanfaatkan pemprov, warga Jakarta, dan pendatang, untuk membuka usaha-usaha baru (UMKM). Ini mampu menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.

Kepada para pendatang, Fahira mengimbau agar meningkatkan keterampilan dan etos kerja. Hal ini untuk memudahkan pendatang mendapat pekerjaan atau memberi jalan membuka usaha sendiri.

“Kami berharap, para pendatang, jika ingin mendapat penghidupan lebih baik di Jakarta, mereka harus punya keahlian. Tetapi, masalah pendatang tidak akan jadi persoalan serius selama pertumbuhan ekonomi di sebuah daerah baik,” ujarnya.

Sebab, jika kondisi ekonomi baik, berbagai sektor ekonomi akan mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai level keahlian.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiara

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi