Nalar.ID

Sepanjang 2009 – 2019, Kementerian Ini Blokir Konten Radikalisme dan Terorisme

Nalar.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme. Blokir dilakukan kepada 11.803 konten, mulai dari tahun 2009 sampai 2019.

Berikut laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, dalam siaran tertulis yang diterima Nalar.ID, belum lama ini.

Berdasarkan platform, konten terbanyak diblokir ialah Facebook dan Instagram, yakni 8.131 konten. Sementara, Twitter 8.131 konten. Lalu, Google dan YouTube sebanyak 678 konten. Kemudian, 614 konten di platform telegram, dan 502 konten di file sharing. Selebihnya, 494 konten pada situs web.

2009 – 2017

Sejak tahun 2009 – 2017, Kemenkominfo memblokir 323 konten yang berkaitan radikalisme dan terorisme. Ini terdiri atas 202 konten di situs web, 112 konten Telegram, 8 konten Facebook, Instagram, dan 1 konten di YouTube.

2018 = 10.499 konten

Sementara, selama 2018, diblokir 10.499 konten. Terdiri atas 7.160 konten di Facebook dan Instagram, 1.316 konten di Twitter, 677 YouTube, 502 konten Telegram, 502 konten di file sharing, dan 292 konten di situs web.

Operasi Mesin AIS

Pertumbuhan angka pemblokiran konten ini terasa signifikan usai Kemenkominfo mengoperasikan AIS, atau mesin sensor internet. Dengan mesin ini, Kemenkominfo dapat memangani lebih dari 10.000 konten radikalisme dan terorisme setahun. Padahal tujuh tahun lebih, konten yang diblokir hanya 323 konten.

Januari – Februari 2019

Sementara, selama Januari – Februari 2019, sebanyak 1031 konten diblokir. Terdiri atas 963 konten Facebook dan Instagram, serta 68 konten di Twitter.

Permintaan BNPT

Tindakan pemblokiran konten tersebut dilakukan atas permintaan dan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT).

UU 19/2016 ITE

Selain itu, pemblokiran sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mesin AIS Dua Jam Sekali

Walau telah konten radikalisme, terorisme dan separatisme diblokir, Kemenkominfo terus mencari konten di situs web atau platform. Pencarian ini menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Kemenkominfo juga kerja sama dengan Polri. Mereka menelusuri akun-akun penyebar konten terorisme, radikalisme, dan separatisme.

Edukasi Masyarakat

Kemenkominfo juga mendorong masyarakat menghindari penyebaran konten bernuansa radikalisme, terorisme dan separatisme. Jika menemukan dan mengenali keberadaan situs seperti itu, dapat melaporkan ke aduankonten.id atau akun Twitter @aduankonten.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi