Nalar.ID

Sering Akses di Ponsel, Indonesia Peringkat Tiga Pengunggah Film Porno

Jakarta, Nalar.ID – Internet sudah menjadi jendela informasi bagi masyarakat. Terutama era milenial. Sejumlah konten internet tersebar luas. Mulai dari konten pendidikan, hiburan, berita, hingga dewasa.

Khusus konten dewasa atau situs pornograf, kerap menjadi pekerjaan rumah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Mulai dari melacak hingga memblokir.

Kominfo, Agustus lalu, telah memerintahkan 15 penyedia layanan internet (ISP) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Mereka diminta memblokir gambar pornografi di mesin pencari atau situs. Pemblokiran menerapkan safe mode di seluruh mesin pencari ISP.

“Memang rumit memblokir konten pornografi sesuai kata kunci. Para pengunggah terus memperbarui keyword (kata kunci). Malah, sering, konten (pornografi) muncul tanpa keyword eksplisit, kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan, dalam keterangan kepada media, di Jakarta, Selasa (27/11).

Samuel menerangkan, dari catatan salah satu penyedia konten dewasa, warga Indonesia paling banyak mengakses konten dewasa melalui ponsel ketimbang komputer. “Walaupun pemblokiran terus dilakukan pemerintah, tetap saja (konten pornografi) banyak digemari,” lanjutnya.

Indonesia Peringkat 12 Dunia

Berdasarkan Similarweb, rata-rata pengguna internet Indonesia, menghabiskan waktu 3 menit 36 detik untuk menonton tayangan porno di internet. Temuan rekapitulasi statistik menyebut, Indonesia ada di peringkat tiga pencarian film porno bertema ‘ayah’. Indonesia ini di bawah Filipina, Thailand, dan Pakistan.

Sementara, tahun 2015, Indonesia peringkat 12 dunia di bawah Lesoto, Papua Nugini, dan Malaysia, lewat pencarian film porno dengan kunci ‘perempuan hamil’.

Di tahun yang sama, angka milenial Indonesia pengakses situs ini terbanyak dua di bawah India. Porsi milenial 74 persen, dan usia lebih tua sebesar 26 persen. Alhasil, dari data itu, Indonesia masuk statistik besar industri film porno dunia.

Sebab itu, bahaya menonton film porno, tak main-main. Ini layaknya kecanduan narkoba. Lebih fatal jika sampai hamil di luar nikah.

“Saat menonton, produksi hormon endorfin enggak baik untuk tubuh. Kalau terus menonton, individu enggak bisa lagi memilah yang baik dan buruk karena yang dominan adalah nafsu. Solusinya, bentengi diri dengan bekal agama mumpuni. Isi kegiatan positif, seperti olahraga atau hobi lainnya,” tutupnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi