Nalar.ID

Setelah Lumpur, Chelsea Islan Main Api di Film SIM Ayat 2

Nalar.ID, Jakarta – ‘Sebelum Iblis Menjemput’ (SIM) Ayat 2 menjadi film, di mana sang pemeran utama, Chelsea Islan harus mengeluarkan segala kemampuan aktingnya sampai titik maksimal. Bermain film horor, menurut Chelsea, menguras energi dan menuntut emosi khusus, karena cukup banyaknya adegan-adegan intens.

Salah satu scene yang paling memorable bagi Chelsea, yakni saat Alfie, yang diperankan dirinya, dan Martha (Karina Salim) terjebak dalam ruangan penuh kobaran api. Scene itu dapat kita lihat sekilas di ending official trailer yang dirilis beberapa waktu lalu.

“Saat itu Aku dan Martha take scene dalam ruangan kecil penuh api. Apinya itu beneran, bukan CGI. Jadi, saat itu seperti tidak sedang akting. Kami benar-benar ketakutan, karena itu api asli yang panas banget,” cerita Chelsea, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, Rabu (19/2/2020).

Walau menggunakan api sungguhan di lokasi shooting, Chelsea mengaku tak khawatir karena ia dan Karina sudah melakukan latihan. Kru pun sudah mempersiapkan segalanya dengan baik untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

“Sebelumnya, saya dan Chelsea sudah latihan posisi untuk berpindah-pindah, agar tidak kena api. Semua persiapan dilengkapi peralatan yang safety,” tambah Karina.

Film SIM Ayat 2, disebut Chelsea bakal jauh lebih intens dan menyeramkan dibanding film pertamanya yang dirilis 2018 lalu. Ini karena sutradara Timo Tjahjanto selalu memberikan sentuhan baru baik di sisi teknis dan ceritanya.

“Masih banyak adegan-adegan ekstrem yang aku jalankan. Bersama mas Timo selalu challenging tapi fun. Harus mengeluarkan energi karena ada adegan dibanting, dijedotin, di lumpur dan api. Rasanya kalau aku enggak main SIM Ayat 2, aku enggak akan pernah mengalami pengalaman seseru ini,” tukas Chelsea.

Di film yang tayang 27 Februari 2020 ini, Chelsea akan beradu akting dengan sejumlah bintang muda lainnya. Mereka diantaranya Baskara Mahendra, Shareefa Danish, Karina Salim, Aurélie Moeremans, Arya Vasco, Lutesha, dan Widika Sidmore.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi