Nalar.ID

Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Peluang dan Ancaman di Indonesia

Jakarta, Nalar.ID – Revolusi Industri 4.0 telah di depan mata. Era ini ditandai oleh pemanfaatan teknologi digital. Alhasil, mendorong pertukaran data dan otomasi pada teknologi manufaktur.

Adapun, era ini selalu menimbulkan kekuatiran bagi sejumlah pihak. Yakni mengenai pekerjaan manusia yang akan digantikan teknologi terdepan dan mutakhir.

Diketahui, revolusi ini telah mengeliminasi sejumlah pekerjaan saat ini. Efeknya, mulai terlihat pemutusan hubungan kerja terhadap ribu karyawan bank di Tanah Air sejak 2016. Sebab, adanya akumulasi beberapa faktor. Antara lain disrupsi teknologi dan efisiensi.

Siapkah negeri ini menghadapi tantangan revolusi tersebut? Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J Supit, memaparkan beberapa hal. Berikut keterangan kepada Nalar.ID, dalam kesempatan terpisah:

Penguatan Vokasi

Kata Bambang, Indonesia telah menyiapkan strategi menghadapi Revolusi Industri 4.0 melalui penguatan program vokasi. Pihaknya tak menampik, sejumlah bidang pekerjaan akan hilang terganti oleh robot atau otomatisasi.

Bidang Tak Terganti Mesin

Tenang saja. Meskipun perlahan teknologi mulai muncul, tapi bakal tetap ada bidang pekerjaan yang tak tergantikan mesin di masa depan. Misalnya, tenaga ahli untuk bidang guru, dokter, arsitek, hingga teknologi informasi.

Perubahan Kurikulum
Jadi, kata Bambang, program vokasional diharapkan dapat menciptakan keahlian tinggi dan spesifik. Termasuk ada perubahan kurikulum. Tujuannya, agar lebih adaptif sesuai kebutuhan pasar di masa mendatang.

Pemetaan Pekerjaan
Pendapat serupa diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J Supit. Menurutnya, pemerintah harus memetakan jenis-jenis pekerjaan yang dibutuhkan di masa depan. Ini harus dibuat. Artinya, lanjut Anton, ada main power plan. Sehingga dalam mendidik orang, sudah tahu apa yang akan diharapkan.

Peluang Kerja Baru
Wakil Presiden Jusuf Kalla, ikut angkat suara. Menurutnya, Revolusi Industri 4.0, nantinya, akan memunculkan peluang dan kesempatan lapangan kerja baru. Ia menilai, tak serta-merta seluruh bidang pekerjaan akan terdisrupsi oleh kehadiran teknologi.

Penulis: Erha Randy, Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi