Nalar.ID

Siap-siap! Bobot SKS Sarjana dan Diploma akan Dipangkas

Jakarta, Nalar.ID – Wacana memangkas jumlah satuan kredit semester (SKS) di jenjang sarjana (S1) dan diploma, sedang di godok. Gagasan ini meluncur dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Menristekdikti Mohammad Nasir menuturkan, pemangkasan jumlah SKS masih proses kajian Kemenristekdikti. Diketahui, saat ini, bobot jumlah SKS untuk S1 sebesar 144. Sementara, diploma, mencapai 120 SKS.

“Jumlah (SKS) itu terlalu berat. Itu bikin beban pembiayaan dan menghambat kreativitas mahasiswa. Menurut saya, maksimal S1 bisa 120 SKS, dan D3 adalah 90 SKS. Ini sebenarnya cukup,” ujar Nasir, di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa (4/12).

Selain mahasiswa, lanjut Nasir, bobot SKS sebanyak itu turut memberatkan dan membebani dosen. Akibatnya, kata Nasir, dosen terlalu sibuk mengajar di kelas dan lupa melakukan penelitian. Jika SKS terlalu banyak, katanya, dosen dan mahasiswa tak bisa mengeluarkan kemampuan dengan baik.

“Dosen juga enggak bisa bikin penelitian buat meningkatkan kualitas mengajar. Empat tahun mahasiswa kuliah harus menyelesaikan 144 SKS. Ini artinya, dalam seminggu, mahasiswa harus belajar 54 jam. Padahal, kalau kita sama-sama berkaca dengan sistem dan metode pembelajaran di kampus luar (negeri), seminggu mereka cuma belajar 36 jam,” jelasnya.

Sebab itu, kondisi ini yang akan membuat dosen dan mahasiswa kurang ada waktu dalam membuat penelitian. Dalam waktu dekat, Kemenristekdikti, segera menggelar pertemuan dan evaluasi dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. “Harapannya, setelah evaluasi (dengan DPR), muncul rumusan terbaik tentang wacana pengurangan SKS,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah| Editor: Ceppy F. Bachtiar

 

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi