Nalar.ID

Siapkan Kartu Prakerja, Menaker Minta Perusahaan Optimalkan Training Center

Nalar.ID, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah meminta dukungan dunia usaha dan industri untuk mengoptimalkan peranan training center (pusat pendidikan dan pelatihan ) di perusahaan untuk meningkatkan kualitas pekerja Indonesia.

Melalui kartu prakerja, pemerintah akan meningkatkan pelatihan vokasi secara masif dan massal untuk dua juta orang. Terdiri dari calon pekerja  yang sedang mencari kerja, membutuhkan reskilling dan upskilling, serta pekerja yang terdampak PHK.

“Massifnya program pelatihan vokasi itu, perlu dukungan stakeholder bangsa ini. Termasuk training center, lembaga pelatihan kerja (LPK) dan sekolah yang dimiliki perusahaan industri menjadi bagian penting suksesnya program kartu prakerja,” kata Menaker Ida Fauziyah, di Jakarta, belum lama ini.

Menaker Ida mengatakan, tantangan SDM bangsa, yakni sebanyak 57,5 persen berpendidikan dan kompetensinya rendah, berakibat pada daya saing yang rendah. Namun, tantangan itu pada akhirnya akan bisa dijawab dengan bergeraknya seluruh stakeholder bangsa secara bersama untuk menuju Indonesia Kompeten.

“Kami menyambut positif adanya LPK UT School yang menjadi laboratorium pembentukan generasi muda yang handal, berdaya saing tinggi, kreatif, dan berkarakter. Jika semua industri punya komitmen kuat seperti UT School, maka percepatan untuk mencapai Indonesia unggul 2045 dapat kita raih,” ucapnya.

Peningkatan Kompetensi
Menaker Ida meyakini, jika seluruh perusahaan dan industri memiliki semangat seperti yang ditunjukkan UT School untuk bergerak bersama membangun SDM Indonesia, maka cita-cita menuju Indonesia Kompeten akan bisa dicapai.

Karena cita-cita ini tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan pemerintah, tapi juga membutuhkan kontribusi seluruh stakeholder dan masyarakat Indonesia.

Ia juga memberikan apresiasi kepada UT School yang telah meluluskan 22.317 mekanik dan operator alat berat sejak berdiri tahun 2008. Menaker Ida pun tak keberatan jika waktu kerjanya habis untuk melihat secara langsung proses peningkatan kompetensi yang dilakukan oleh seluruh stakeholder.

Selain meresmikan tiga fasilitas belajar terbaru UT School berbasis digital, yaitu Electrical Laboratory, Multimedia Center dan Safety Center. Ia juga berkesempatan menyaksikan pelepasan 118 siswa UT School dari tahap in-class yang akan melakukan on-the-job-training.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi