Nalar.ID

Sikap Dewan Pembina DPP PADI soal Larangan Acara Maulid di Wilayahnya

Nalar.ID – Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat, langsung bubar dan segera memindahkan panggung yang telah berdiri tegak di wilayah RW 007 Duri Kepa.

Musababnya, tiba-tiba didatangi seseorang yang mengaku pengurus RW. Oknum pengurus tersebut diduga melarang pendirian panggung. Ia juga meminta acara kegiatan tersebut ditunda. Sekaligus meminta penyelenggara agar tidak mengadakan kegiatan tersebut di wilayahnya.

Diketahui, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh para tokoh, pemuda dan seluruh masyarakat Duri Kepa yang tergabung dalam organisasi bernama BEDUK. Organisasi itu diketuai oleh Rohmin, S.H., sekaligus dewan pembina di DPP Perkumpulan Advokat Betawi (PADI).

“Benar soal pelarangan kegiatan yang kami adakan. Secara pribadi saya mencoba untuk menanyakan dan klarifikasi pelarangan tersebut oleh oknum RW tersebut,” kata Rohmin, Kepada Nalar.ID, Sabtu (4/1/2020).

Menurut Rohmin, perbuatan yang dilakukan oleh oknum RW itu didasari dari rasa dengki dan rasa ingin dihormati.

“Tetapi, bukankah seharusnya tidak dilakukan sedemikian ektreme, karena acara ini bukan hanya milik segelintir golongan organisasi, melainkan acara kerohanian umat Islam di seluruh dunia,” sambungnya.

Rohmin menegaskan, jika oknum RW itu tak meminta maf kepada seluruh umat Islam, khususnya yang berada di Duri Kepa, pihaknya terpaksa akan melayangkan surat somasi setelah acara berlangsung.

“Karena sikap oknum RW itu sudah melukai hati seluruh umat Islam yang senang dan cinta untuk merayakan Yaumil Milad Baginda Maulana Muhammad SAW,” tegasnya.

Rencananya, kegiatan tersebut akan tetap berlangsung pada Sabtu, 4 Januari 2020. Acara dihadiri oleh penceramah Al-Habib Umar bin Muhdor Al-Haddad dari Bandar Lampung.

“Semoga acara yang kami adakan sebagai awal permulaan yang bisa kami wariskan kepada generasi pemuda. Selain itu untuk senantiasa mengikuti akhlaqul karimah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi