Nalar.ID

Somasi Royalti YouTube, Ini Upaya Hukum Asosiasi Bentukan Papa T. Bob

Jakarta, Nalar.ID – Baru-baru ini, sejumlah musisi, pencipta lagu, dan penyanyi, yang tergabung dalam Asosiasi Bela Hak Cipta Indonesia (ABHCI), mengirimkan somasi kepada YouTube.

Klaim keberatan ini terkait indikasi tidak adanya pembayaran royalti hak kepada para pelaku seni pertunjukan. Tak hanya YouTube, somasi juga dilayangkan kepada beberapa aplikasi berbayar lain di Indonesia.

Menurut Ketua ABHCI, Papa T. Bob, karya miliknya dan sejumlah pelaku musik lain telah diunggah secara liar oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Tujuannya, untuk mendapatkan nilai ekonomi secara komersial. Maka itu, asosiasi ini didirikan pada 6 Desember 2018 di Jakarta.

“Dari dulu sampai sekarang, pelanggaran hak cipta belum ada yang perhatian. Khususnya untuk musisi sehingga pelanggar melakukan seenaknya. Kalaupun berhadapan, diselesaikan secara damai. Lisensi masih dianggap sepele,” kata Papa T. Bob, dihubungi Selasa (1/1).

Secara spesifik, bentuk-bentuk pelanggaran berupa unggahan ke YouTube tanpa ada lisensi dari pencipta lagu, serta sembarang mengunggah materi-materi lagu.

“Seolah-olah, pencipta lagu enggak punya hak (royalti). Termasuk dirilis ulang tanpa izin cetak ulang atau pindah ke media lain. Akibatnya, mechanical rights diabaikan,” tukasnya.

Somasi Terbuka
Sebab itu, Papa, dan sejumlah rekannya sesama pelaku musik menggandeng kuasa hukum Eddy Law untuk menyelesaikan perkara tersebut. Selain Papa, ABHCI, terdapat beberapa pelaku musik lain. Seperti Yongky RM, Sugito, Wahyu WHL, Ryan Kyoto, Dadang S. Manaf, Slamet Andriadie, R. Iskandar, Cecep A. Sudrajat, Jon Dayat, Bambang Setia Boedi, dan lainnya.

Sejauh ini, ada 16 musisi dan pencipta lagu yang proses administrasinya tengah ditangani di kantor firma hukum milik Eddy. Setelah selesai semua, kata Eddy, pihaknya akan mengirim somasi terbuka kepada korporasi pengelola aplikasi berbayar.

“Termasuk klarifikasi dari pihak YouTube mengenai tuntutan para pelaku musik,” tambah Eddy, dalam keterangan sejumlah media, pekan lalu.

Setelah menunjuk kuasa hukum, ABHCI, berharap pemerintah lebih perhatian terhadap wadah ini. Sebelumnya, asosiasi ini telah melayangkan surat ke Kementerian Hukum dan HAM terkait ulah pihak YouTube yang mengunggah karya mereka tanpa izin.

“Kami berharap, pemerintah akan fokus pada masalah ini karena akan punya nilai lebih dibandingkan momen lain. Semoga teman sebanyak ini (di asosiasi) bisa menghasilkan sesuatu untuk membuat kita bahagia di hari tua,” ungkapnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi