Nalar.ID

Strategi agar Sektor IKM ‘Kembali Hidup’

Nalar.ID, Jakarta – Sektor industri kecil menengah (IKM) menjadi perhatian dan pantauan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Wibawaningsih Gati. Terutama dampaknya terhadap Covid-19 di beberapa daerah.

Upaya identifikasi tersebut, menurut Wibawaningsih Gati guna merumuskan kebijakan strategis ke depan agar sektor IKM dalam negeri bisa semakin bergairah menjalankan usahanya.

“Bantuan yang diharapkan dari pemerintah adalah relaksasi kredit, bantuan membayar gaji pegawai, akses bahan baku dengan harga rasional, hingga ketegasan kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga dunia bisnis bisa memperhitungkan strategi manajemen yang harus dijalankan,” kata Wibawaningsih Gati, dikutip dari laman Kemenperin, Minggu (12/4/2020).

Salah satu startup, Tokopedia yang mengelola marketplace dari pelaku IKM menyebut, dalam situasi saat ini, terutama penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), arus transaksi belanja di aplikasi online marketplace meningkat cukup signifikan.

Menurut Founder Tokopedia, William Tanuwijaya, peningkatan tersebut terjadi karena berubahnya pola belanja masyarakat.

“Tahun 2019, sebanyak 97 persen transaksi belanja dilakukan secara offline. Melihat situasi ini, secepat mungkin perlu transisi menuju pembayaran online,” kata William Tanuwijaya.

William menambahkan, saat ini masyarakat cenderung menunda belanja online untuk barang yang tak begitu penting.

“Sehingga kondisi ini memberikan peluang melakukan repurposing. Termasuk untuk membentuk demand di pasar domestik atau global. Pasar Indonesia sangat menjanjikan. Hal ini sebenarnya merupakan peluang untuk substitusi impor. Sembari menunggu impor, ternyata industri lokal bisa memenuhi itu,” tambahnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi