Nalar.ID

Strategi Nagaswara Hadapi Era Hibrida di 2022

Nalar.ID, Jakarta – Dalam dua tahun terakhir masa pandemi Covid-19, ada beberapa indikator positif di dunia musik. Di antaranya peningkatan jumlah pemakai aplikasi streaming musik.

Selain itu kian banyaknya musisi menyadari pentingnya platform musik digital dan distribusi. Tak hanya itu, para musisi semakin produktif dan mengalami peningkatan selama pandemi karena terbatasnya menyelenggarakan pertunjukan musik luring.

Terkait meningkatnya jumlah pemakai aplikasi streaming musik, dikomentari oleh owner PT Nagaswara Publisherindo, Rahayu Kertawiguna.

“Sepertinya memang ada peningkatan jumlah pemakai aplikasi streaming musik dengan berbagai platform distribusi digital walaupun hasilnya belum bisa dirasakan dengan maksimal,” jelas Rahayu Kertawiguna, dihubungi Nalar.ID secara tertulis.

Oleh karena itu, Nagaswara mengambil strategi untuk menunjang produktivitas para musisinya karena keterbatasan menjalankan konser musik secara luring.

Pihaknya, justru memaksimalkan para artis yang bernaung dibawah Nagaswara dengan memaksimalkan artis-artisnya sesuai dengan prinsip dasar pengetahuan.

“Maupun kemampuan vokal dan skill bermusik mereka masing-masing,” tukasnya.

Lantas, bagaimana tantangan Nagaswara dalam meraih peluang di era hibrida saat ini? Wait and see, hit and run. Kita tidak pernah tahu ada apa lagi setelah era pandemi berakhir nanti. Semoga tidak terjadi perang dunia ketiga,” tambahnya.

Untuk itu, karena situasi pandemi belum menentu, Rahayu dan Nagaswara berusaha jeli mengatur strategi untuk melanjutkan bisnis company secara keseluruhan?

“Kami sedang melakukan pembenahan internal maupun eksternal agar tetap eksis di jalur kami,” imbuhnya.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi