Nalar.ID

Strategi Tenant dan Ritel Indonesia di 2022

Nalar.ID, Jakarta – Belum lama ini, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menggelar Rakernas di Jakarta. Rakernas kali ini mengambil tema ‘Strategi Tenant dan Ritel Indonesia Tahun 2022’.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah menuturkan, di masa pandemi, meskipun ritel sangat terdampak namun pihaknya berkomitmen tetap berkontribusi untuk mendukung program pemerintah. Di antaranya melalui percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan memperkuat sektor konsumsi dalam negeri.

“Termasuk bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk pembinaan dan menyiapkan ekosistem pendukung agar UKM Naik Kelas,” ujar Budihardjo, dalam keterangan kepada Nalar.ID, dengan dihadiri oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Uno. Serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan.

HIPPINDO juga meminta untuk diprioritaskan dalam program vaksinasi booster dari Kementerian Kesehatan. Mengingat ritel sebagai garda terdepan/frontliner sehingga perlu dilindungi dan melindungi para karyawan dan konsumennya.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, menyampaikan hal paling penting adalah memutus mata rantai Covid-19. “Sebab, impact-nya dasyat sekali terhadap perekonomian nasional dan secara langsung di ritel,” ungkap Mendag.

Oleh karena itu, Kemendag selalu mengedepankan kepentingan-kepentingan nasional. Terutama untuk menggerakkan ekonomi.

Saat ini, Indeks keyakinan konsumen per November 2021 sebesar 118,5 lebih tinggi dari Oktober, yaitu 113,4. Indonesia juga masuk 5 negara di dunia yang mendapat level 1 terkait Covid-19 dari WHO. Target pertumbuhan ekonomi tahun depan 5%.

Mendag juga mengingatkan kepada HIPPINDO untuk membuat strategi penjualan ritel melalui shopping experience. Mengingat studi di USA ,18.000 mal dalam 10 tahun ke depan akan menjadi 4.000 mal. Hal inimerupakan kenyataan yang harus dihadapi.

Mendag berjanji akan memperbaiki dari tata laksana belanja online dan offline. Belanja online ini adalah lapangan baru tidak ada aturan.

“Menteri Perdagangan bertindak sebagai wasit. Kalau terlalu ketat, tidak ada perdagangan penjual dan pembeli. Tapi, kalau didiamkan akan terjadi pertarungan yang sangat liar dan berbahaya,”tambah Muhammad Luftfi, Menteri Perdagangan. Oleh sebab, lanjutnya, pihaknya dalam proses memperbai kitata cara dan kompetisi.

Ia menegaskan, tahun depan, akan diterbitkan peraturan-peraturan yang berkeadilan bagi perdagangan online dan offline. Tujuannya agar tercipta perdagangan yang adil untuk offline dan online sehingga menjadi perdagangan yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Koperasi dan UKM menggalakkan berbagai program UMKM agar memiliki daya saing. Tidak hanya sekadar untuk bertahan hidup.

“Kita harus mengurangi jumlah usaha mikro dengan scaling up ke sektor formal. HIPPINDO harus membesarkan UMKM dengan cara memasarkan produk unggulan daerah. Perkuat sinergi dan kolaborasi agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang,” tambah Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM.

Hal senada dikatakan Sandiaga S. Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia mengajak mencari solusi startegis untuk memulihkan dan membangkitakan ekonomi kreatif dan pariwisata.

Tenant-tenant sudah mulai menggeliat walau dengan protokol kesehatan yang ketat. Ini untuk memulihkan kepercayaan publik. Saya minta HIPPINDO membantu peningkatan kepatuhan penggunaan PeduliLindungi. Industri pariwisata dan ekonomi kreatif akan tumbuh dan menjadi tulang punggung perekonomian ke depan,” tukas Sandiaga S. Uno.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi