Nalar.ID

Studi ke Australia, Ini Misi Korlantas RI untuk Safety Driving Centre

Nalar.ID – Sebagai wujud implementasi keselamatan dalam berlalu lintas, Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Korlantas, terus mengembangkan Safety Driving Centre (SDC).

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana menyatakan, tujuan implementasi ini adalah untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Hingga menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan.

“Termasuk mendukung terbangunnya budaya tertib berlalu lintas. Hingga untuk menyelesaikan berbagai masalah lalu lintas lainnya,” kata Chryshnanda, dalam siaran tertulis kepada Nalar.ID, Rabu (16/10).

Pembelajaran Ragam Elemen

Chryshnanda menambahkan, SDC dibangun dan dipersiapkan menjadi wahana dan wadah pembelajaran untuk beberapa elemen. Diantaranya, petugas pengawalan VVIP/VIP, penguji SIM (surat izin mengemudi), instruktur sekolah mengemudi, petugas Patwal dan PJR, pengemudi profesi, hobi serta calon pengemudi.

“Lainnya, untuk road safety riset and development, penanganan bencana, pengemudi ambulans, pemadam kebakaran, pembinaan komunitas, pameran teknologi, seminar dan hasil riset tentang road safety,” tambahnya.

Korlantas dan Safety Driving Centre - nalar.id.
Lokasi studi implementasi Korlantas RI di Australia. Hal ini sebagai wujud implementasi keselamatan berlalu lintas dalam mengembangkan Master Trainer Safety Driving Centre (SDC). NALAR/Dok.Korlantas RI

Menurut Chryshnanda, SDC merupakan kepedulian seluruh elemen dari pemerintah, akademisi dan sektor bisnis untuk menumbuhkembangkan di Indonesia. Pihaknya mencatat, ada sejumlah poin yang harus disiapkan dalam mendukung implementasi SDC. Salah satunya menyiapkan master trainer untuk SDC dengan studi ke Australia.

“Membuat grand design SDC dengan berbagai model variasi. Setidaknya, ada satu di setiap provinsi dalam membangun infrastruktur SDC. Termasuk menyiapkan master trainer dan trainer di setiap Polres hingga Polda. Hingga menyiapkan materi pembelajaran dalam kurikulum latihan. Sampai standar pengelolaan dan menyiapkan kendaraan latihan,” paparnya.

Debut Perdana Riau

Lainnya, menurut Chryshnanda adalah menyiapkan konsorsium dan komunitas sebagai mitra dan soft power SDC. Termasuk menyiapkan sistem terpadu bagi sekolah mengemudi sistem uji SIM dan sistem penerbitan SIM.

“Hingga memikirkan dan menyiapkan laboratorium pusat studi research and development road safety. Lalu membangun SDC sebagai jabatan fungsional dan memasarkan SDC agar menjadi ikon road safety,” imbuh Chryshnanda.

Ia menyebut, SDC yang telah beroperasi dan difungsikan maksimal baru ada di wilayah Riau. Sementara, dalam pembangunan tahun ini, nantinya akan ada Pusdiklantas di Serpong dan wilayah di Gorontalo.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi