Nalar.ID

Studi Riset: Golongan Darah 0 Rentan Corona

Nalar.ID – Perusahaan bioteknologi Amerika Serikat, melalui studi awal 23andMe, menunjukkan keberadaan hubungan genetika dengan Covid-19. Studi ini menyebut, golongan darah O lebih resisten terhadap virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China.

“Data studi awal genetik Covid-19, nampaknya memberikan lebih banyak bukti jika golongan darah seseorang melalui gen A-B-O, ada kaitan pada kerentanan terhadap virus,” tulis perusahaan melalui sebuah blog, sebagaimana ditulis Fox News, dikutip Nalar.ID, Sabtu (13/6/2020).

Adapun, temuan ini bertahan ketika disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, etnis dan komorbiditas atau penyakit penyerta. Namun, perusahaan tetap menambahkan ada sedikit kerentanan ketimbang golongan darah lain.


Dalam studi ini, perusahaan 23andMe melakukan penelitian sejak April kepada 750.000 orang. Penelitian dilakukan guna membantu para ilmuan memahami genetika berperan dalam seseorang terinfeksi. Termasuk mengapa ada yang mengalami gejala serius, ringan sampai tanpa gejala.

Keterkaitan Genetik

Sementara, kepada Bloomberg, peneliti utama studi ini, Adam Auton mengatakan laporan ini masih awal.

“Bahkan ukuran sampel, mungkin belum cukup untuk menemukan keterkaitan genetik. Ada sejumlah laporan hubungan antara Covid-19, pembekuan darah dan penyakit kardiovaskuler. Laporan ini menyajikan sejumlah petunjuk tentang gen mana yang mungkin relevan,” tulisnya.

Sebelumnya, pada Maret lalu, penelitian di China turut menerbitkan temuan serupa. Mereka yang memiliki tipe darah O, mungkin akan lebih resisten terhadap virus bernama SARS-CoV-2, sementara yang berdarah A lebih berisiko.

Penulis: Erha Randy | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi