Nalar.ID

Suguhan Musik untuk Penonton Tunarungu

Nalar.ID, Jakarta – Westjamnation, band dari Bandung aliran alternative menampilkan pendekatan baru dalam menikmati musik. Dalam acara Synchronize Festival di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (6/10), band bentukan tahun 2014 ini berkolaborasi dengan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk para pendengar tunarungu (gangguan pendengaran), memberi penampilan unik bagi para pendengarnya.

Rifki Afsari, gitaris Westjamnation mengungkapkan, sebagai seorang penikmat dan penggiat musik, mereka sangat menikmati ketika lagu mereka bisa dinikmati banyak orang. “Kami percaya bahwa musik dapat dinikmati semua orang, apapun kondisinya. Misi kami agar musik kami bisa didengar lebih luas, termasuk teman-teman tunarungu yang selama ini sulit mendapat akses untuk menikmati musik,” kata Rifki, dalam keterangannya, Selasa (9/10).

Mereka percaya bahwa musik merupakan seni sangat luas dan dapat dinikmati banyak cara. “Khususnya bagi teman-teman tunarungu bisa menikmati musik lewat teks, visual, ekspresi wajah, gestur, gerakan tangan, dan isyarat,” tambahnya.

Penampilan Westjamnation bersama teman-teman tunarungu ini bukan kali pertama. Sebelumnya, pada Februari 2018, mereka sudah merilis video klip Sudah Terlambat berkolaborasi dengan Hasna Mufidah, seorang teman tuli, yang juga penari, desainer interior sekaligus anggota Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kepemudaan. Hasna jadi model utama dalam video klip yang digarap dengan teknik double exposure yang rilis Februari 2018.

Jati Andito, vokalis dan gitaris Westjamnation menambahkan, saat peluncuran video klip itu, mereka terinspirasi dari teman-teman Gerkatin Kepemudaan yang antusias ingin merasakan pesan yang disampaikan dalam lagu kami.

Dalam Synchronize Festival ini, Westjamnation didampingi oleh Cintra Afridiyana, interpreter dari Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat Indonesia (PLJ).

Menjadi penampil pembuka hari kedua Synchronize Festival 2018 di District Stage, Westjamnation tampil dengan instrumen lebih megah dengan tambahan departemen brass section dan perkusi. Membawakan lagu-lagu di self-titled EP serta memperkenalkan dua lagu terbaru yang belum rilis, dan Girl on the Rainbow.

Kelompok musik yang digawangi Jati Andito (vokal, gitar) dan Rifki Afsari (gitar) ini menghibur penonton dengan penampilan atraktif bersama Cintra yang menerjemahkan musik-musik Westjamnation lewat bahasa isyarat.

Penulis: Febriansyah Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi