Nalar.ID

Survei: Pekerja Era Digital, Jago Dwi Bahasa dan Melek Teknologi

Jakarta, Nalar.ID – Era digital menyeret konsekuensi pada tingginya permintaan tenaga kerja. Khususnya yang menguasai ilmu teknologi informasi (TI) dan kemahiran dua bahasa atau lebih.

Perusahaan spesialis rekrutmen profesional global, Robert Walters, merilis survei gaji dan bahasan disiplin perekrutan sepanjang 2018, serta prediksi optimistis tahun 2019. Berikut analisa dan survei Robert Walters, dari siaran tertulis, Jumat (11/1).

Pertumbuhan Ekonomi

Pasar tenaga kerja keseluruhan di Asia Tenggara tetap kuat sepanjang 2018. Pertumbuhan ekonomi cepat dan evolusi nyata mempekerjakan kebutuhan di pasar lebih mapan.

Permintaan Signifikan

Dampak digitalisasi berimbas pada permintaan signifikan kepada para profesional dengan kemampuan digital sangat relevan. Tidak terkecuali di wilayah Asia Tenggara.

Permintaan Tinggi TI

Direktur Pelaksana Robert Walters untuk Asia Tenggara Toby Fowlston, menuturkan, ada kebutuhan permintaan tinggi bagi kandidat terampil pada sektor TI. Khususnya di bidang pertumbuhan. Kemudian kandidat dengan pengetahuan teknologi dan kemampuan e-commerce yang bisa diterapkan pada banyak disiplin ilmu.

Rekrutmen Kuat 4 Negara

Ketimbang Malaysia dan Singapura, tingkat perekrutan kuat terjadi di empat negara: Filipina, Vietnam, Indonesia, dan Thailand. Ini terjadi karena organisasi berusaha memperluas tim guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Penetrasi Dwibahasa

Sementara, di Indonesia, mendorong aktivitas perekrutan aktif pada 2018. Permintaan kandidat pengusaan bahasa asing (dwibahasa) meningkat seiring ekspansi bisnis di 2019.

Investasi Asing

Masuknya perusahaan multinasional serta investasi asing berkelanjutan mendorong pertumbuhan di pasar-pasar itu. Lalu masuknya perusahaan multinasional dan ekspansi bisnis lokal, sebagian besar industri mengalami aktivitas perekrutan signifikan. Dorongan pemerintah untuk investasi langsung asing akan melihat lebih banyak pendatang baru di Indonesia. Juga banyaknya perusahaan lokal terdorong maju dengan rencana ekspansi ini.

Perkembangan Infrastuktur

Perkembangan infrastruktur transportasi mendorong permintaan berkelanjutan pada keahlian teknik. Kandidat terampil TI diminati seiring investasi besar dalam sektor e-commerce dan digitalisasi.

Permintaan Profesional Ahli

Tapi, permintaan kepada para profesional ahli melebihi pasokan sebab kurangnya kandidat di dalam negeri.

Penguasaan TI dan Dwibahasa

Karena ekosistem e-commerce dan startup berkembang pesat, dan perusahaan mulai berinvestasi ke digitalisasi, kandidat yang menguasai TI dan dwibahasa berpengalaman internasional berpeluang memeroleh gaji tinggi saat pindah kerja.

Persentase Naik Gaji

Survei merilis, 68 persen kandidat profesional berharap kenaikan gaji lebih dari 10 persen di 2019. Lalu rata-rata kenaikan gaji 20 – 25 persen untuk pekerjaan dengan keterampilan teknologi dan digital pada 2019.

20 Persen Gaji

Setidaknya 20 persen kenaikan gaji diharapkan untuk bidang sumber daya manusia, penjualan, pemasaran, dan TI. Agar tak hilang kandidat berbakat, manajer perekrutan perlu tegas memertahankan minat calon kandidat kuat. Terutama saat rekrutmen pada peran khusus.

Tingkatkan Potensi

Pegawai berkualitas selalu mencari peluang memperluas pengalaman mereka. Diantaranya, melalui eksposur ke luar negeri, kursus bisnis profesional, pertukaran pekerjaan, atau penempatan kerja.

Kepuasan Gaji

Pada kepuasan gaji dalam skala 1 –10, para profesional Indonesia memberi skor 7 tentang seberapa puas dengan gaji mereka. Sebanyak 68 persen profesional mengharapkan kenaikan gaji lebih dari 10 persen di 2019. Meningkatnya permintaan pekerja ahli TI, gaji kandidat ahli TI dan teknologi, diproyeksi meningkat sampai 50 persen.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi