Nalar.ID

Syarat UMKM Terima Subsidi Kredit 3-6% dari Pemerintah

Nalar.ID, Jakarta – Pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan menerima subsisi bunga pinjaman dari pemerintah, melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati hingga 6% dengan batas waktu tertentu.

Ia menuturkan pelaku UMKM terdampak pandemi Covid-19 akan dapat bunga pinjaman sangat murah.

Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Mulyani menetapkan anggaran Rp 35,28 triliun untuk subsidi bunga itu.

“Subsidi bunga ini mulai berlaku sejak 1 Mei sampai paling lama 6 bulan ke depan. Subsidi bunga diberi kepada debitur UMKM dengan plafon kredit paling tinggi Rp10 miliar,” kata Sri Mulyani, belum lama ini.

Adapun, tujuan diberikan subsidi ini adalah untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan ekonomi debitur dalam menjalankan usahanya.

Dalam PMK 65 dan 85 tahun 2020, syarat yang ditetapkan Sri Mulyani untuk pelaku UMKM untuk mendapatkan subsidi, diantaranya:

1. Pelaku UMKM punya debet kredit atau pembiayaan yang dilakukan sebelum Maret 2020. Yang dapat subsidi bunga ini hanya untuk UMKM yang melakukan pinjaman maksimal sampai 29 Februari 2020.

Kata Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, yang meminjam di atas tanggal itu tak dapat subsidi sesuai PMK 65 dan 85. Untuk peminjam di atas waktu itu masih akan disusun skema bantuan yang akan diberikan.

2. Pelaku UMKM tak masuk daftar hitam nasional untuk plafon kredit di atas Rp50 juta.

3. Pelaku UMKM itu harus masuk kategori performing loan lancar, dihitung per 29 februari 2020.

4. Wajib punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Jika belum, harus daftar.

Sementara, besaran subsidi yang diberikan dibagi tiga skema. Pertama, untuk pinjaman hingga Rp 10juta, diberikan subsidi bunga paling tinggi 25% selama 6 bulan.

Kedua, pinjaman senilai Rp10 juta hingga Rp500 juta akan diberikan subsidi bunga 6% selama 3 bulan pertama, dan 3% untuk 3 bulan berikutnya.

Ketiga, pinjaman senilai di atas Rp500 juta hingga Rp10 miliar, akan diberi subsidi bunga 3% untuk 3 bulan pertama, dan 2% untuk 3 bulan berikutnya.

Adapun, subsidi bunga ini berlaku untuk UMKM yang meminjam dari lembaga penyalur program kredit pemerintah, perusahaan pembiayaan dan perbankan.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi