Nalar.ID

Tahan 100 Tahun, Ini Biaya Pengerjaan Jembatan Sei Alalak Kalsel

Nalar.ID, Banjarmasin – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Kalimantan Selatan Direktorat Jenderal Bina Marga tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Sei Alalak sepanjang 850 meter di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Progres konstruksinya telah mencapai 77 persen. Harapannya, tuntas pada Maret 2021. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menilai keberadaan jalan nasional dan jembatan dapat mendukung kegiatan ekonomi kawasan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Keberadaan Jalan Lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan di sekitar. Jalan itu melewati area perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Serta mempercepat transportasi logistik,” kata Menteri Basuki, Sabtu (26/12/2020).

Diketahui, Jembatan Sei Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Harapannya, penggantian jembatan itu meningkatkan kapasitas jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Selatan, yang berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Bentang utama jembatan dirancang menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung serta pertama di Indonesia. Pekerjaannya mengunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018-2021 senilai Rp278 miliar.

Sementara kontraktor dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi