Nalar.ID

Tahun Ini, Tingkat Pengangguran 6,45 Persen

Jakarta, Nalar.ID – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan, pertumbuhan sektor periwisata, makanan-minuman, dan manufaktur, mampu menyerap 60 persen total angkatan kerja nasional dalam lima tahun terakhir. Situasi ini, katanya, bisa berkontribusi dengan tren penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

“Secara keseluruhan, tren TPT memang selalu menurun. Tahun 2015, jumlah TPT mencapai 7,31 persen. Tahun 2018, sebesar 6,45 persen. Keseluruhan, tren-nya tetap positif. Pertumbuhan tiga sektor itu cukup berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja,” kata Hanid, dalam diskusi ‘Forum Merdeka Barat 9’, di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11).

Ia menambahkan, dari total jumlah serap angkatan kerja baru di era pemerintahan Jokowi – JK, dari 2015 – 2018, sekitar 9,6 juta orang. Untuk industri pengolahan, menyerap 24,52 persen. Retail besar, kecil dan reparasi motor 11,1 persen. Administrasi pemerintahan atau jaminan sosial 10,9% persen, konstruksi 10,88 persen, kegiatan jasa 7 persen. Terakhir, akomodasi, kuliner dan rekreasi, sebesar 4 persen.

Hanif mengakui, jika bicara pengangguran, harus mengatakan sejujurnya bahwa capaian yang ada belum sepenuhnya yang ia harapkan. “Tapi kita harus jujur lihat tren bahwa pengangguran terus menurun,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, sejak 2015, angka pengangguran terbuka tercatat 6,28 persen. Lalu turun 5,61 persen pada 2016. Kemudian 5,50 persen di 2017, dan sampai Agustus 2018 mencapai 5,34 persen. “Setiap tahun, tren terus menurun. Ini tahun angka pengangguran paling rendah,” tutup Hanif.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi