Nalar.ID

Tak Banyak Tahu, Ini Perjuangan dr. Nanang Masrani Kembangkan Bisnis Gloskin

Nalar.ID, Jakarta – Tren dan industri kecantikan terus berkembang. Menuntut pelaku industri kecantikan, terutama klinik, selalu dinamis dan aktif mengikuti tuntutan zaman atau era milenial seperti sekarang ini.

Praktis, hal ini mewajibkan klinik kecantikan terus memberikan edukasi yang tepat dan dapat dipercaya. Salah satu pelaku tersebut adalah dr. Nanang Masrani, Dipl. AAAM, Founder Gloskin Aesthetic Clinic yang berlokasi di Jakarta.

Terbukti dengan sejumlah penghargaan yang diraih, Gloskin berupaya membangun kepercayaan dan loyalitas terhadap brand.

Diantaranya Superbrands 2019 Kategori ‘Skincare & Beauty Clinic’, Kategori Pengguna Alat Pengencangan Paling Banyak di Indonesia (2017), dan Kategori Klinik Kecantikan dengan Perkembangan Pesat dari Menteri Koordinator Perekonomian (2016).

Selain itu ‘Business Award’ Kategori Best Beauty Clinic dan Service Excellent dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI tahun 2015.

Tak hanya reward, Gloskin juga pernah menyabet sejumlah sertifikat internasional. Mulai dari Diploma American Academy of Aesthetic Medicine, Ultimate 100 Global Aesthetic Leaders 2020, hingga Beauty Technology di Perancis, Monako, Spanyol, Amerika Serikat, Singapura dan Korea Selatan.

Termasuk international member dari Associate Member European College Aesthetic Medicine & Surgery (ECAMS).

Ragam Penghargaan

Sejumlah penghargaan yang diraih membuktikan bahwa Gloskin mampu memberikan jaminan terbaik bagi konsumen melalui inovasi yang dilakukan.

Seperti kekuatan brand atau produk yang terbagi dalam tujuh keunikan. Pertama, teknik terkini dan up to date, serta tidak ketinggalan zaman.

“Kedua, natural beauty, dengan memberikan cantik alami, sehat, dan tidak terlihat buatan. Ketiga, custom made, memberikan kebutuhan setiap pasien. Empat, face and body contour atau pembentukan wajah dan tubuh. Lima, skin rejuvenation atau peremajaan kulit dengan kombinasi perawatan. Enam, perawatan menyeluruh. Terakhir, pemakaian produk halal, aman dan berkualitas,” kata dr. Nanang Masrani, kepada Nalar.ID, dalam diskusi Webinar, belum lama ini.

Keunikan brand atau produk, tak lengkap tanpa pendekatan dalam pengembangan bisnis di Gloskin. Sesuai tagline Gloskin: Your Beauty Our Priority, dr. Nanang menjabarkan hal ini melalui beberapa pendekatan. Mulai dari humanis oriented, digital technology, product innovation, dan continous improvement.

Berdiri tahun 2012 dan tersebar di 10 cabang di Indonesia, bagaimana resep Gloskin tumbuh dan berkembang di industri estetika dan kecantikan?

Transformasi

Dokter Nanang Masrani menilai, pertumbuhan bisnisnya tidak lepas dari suka dan duka ketika ia merintis Gloskin tahun 2012 lalu. Siapa sangka, dalam menjalankan roda bisnis di Gloskin, ia menerapkan sistem kekeluargaan.

“Gloskin adalah keluarga yang kita pilih. Bisa saja kita bertemu mereka (tim dan pegawai) terlalu banyak daripada saudara sendiri. Tim ini yang support saya. Saya enggak bisa sendiri. Dulu, saya one man show, terbang setiap minggu sendiri ke luar Jakarta dan harus pergi kemana-mana sendiri. Sekarang terarah, lebih jelas dan saya bisa fokus ke lain,” jelasnya.

Ternyata, dr. Nanang Masrani telah menerapkan transformasi besar-besaran dengan memperkuat lima divisi melalui manajemen dan pengembangan. Mulai dari Business & Development, Beauty Medical Advisor, Human Capital Management, Finance & Accounting, dan Supply Chain Sustainable.

“Tim yang sudah ada tinggal memperkuat dan tersebar dalam lima divisi itu,” tambah jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Surabaya tahun 2000-2007.

Mitra dengan Ferdhy Febryan

Konsep terarah dengan manajemen terstruktur ini mulai diterapkan sejak ia berjumpa dan menjalin mitra dengan Ferdhy Febryan, Founder Hati Indonesia Group, sekaligus menjadi konsultan bisnisnya sejak Februari 2019 lalu hingga kini.

Namun, tidak banyak yang tahu, cita-cita menjadi dokter telah menjadi impian besar dr. Nanang Masrani sejak kecil. Lahir di sebuah pemukiman tertua di atas air bernama Kampung Baru di Kota Balikpapan, tahun 1982 silam, Nanang tumbuh menjadi pribadi selayaknya anak-anak pada umumnya: bermain dan berkembang dengan teman sebaya.

Kami tinggal di atas laut (perkampungan) itu. Perkampungan ini mayoritas Bugis Makassar, karakter cukup keras tapi hatinya lembut. Saya lahir di sana, dari background keluarga sederhana. Pernah merasakan jatuh ke laut, tapi bisa diselamatkan saudara yang bisa berenang, hehe,” ucapnya, mengenang masa lalu.

Sama seperti anak-anak sebaya, Nanang kecil juga gemar bermain, bergelantungan di jemuran dipinggir laut, hingga jemuran putus dan jatuh ke laut.

Juara Kelas

Namun, untuk urusan akademik, dr. Nanang Masrani terbilang moncer dan cerdas. Sejak sekolah dasar hingga menengah di beberapa sekolah favorit di daerahnya, ia langganan juara satu di kelas, hingga berhasil tembus studi kedokteran di Surabaya, Jawa Timur.

“Dari kecil sudah kagum sosok dokter. Tapi, kecilnya saya suka sakit-sakitan. Daya tahan tubuh lemah, punya asma, dan mudah lelah. Kalau diobati, saya sembuh. Sejak itu dokter menjadi idola saya,” tambahnya, soal alasan menjadi dokter.

Sejak itu orang tuanya mengarahkan untuk memilih studi kedokteran. Syarat orang tuanya: ia selalu diminta ranking satu di kelas agar tembus di kuliah kedokteran.

“Padahal orang tua saya pedagang di pasar, jualan pisang dan minyak eceran. Dari kecil selalu diminta agar menjadi orang berguna. Ibu mengarahkan agar mengabdi ke masyarakat, karena dulu belum terlalu banyak dokter di daerah saya dan masih sedikit. Walaupun orang tua sempat kecewa karena saya memilih bidang estetika daripada spesialis di rumah sakit. Tapi keluarga dan orang-orang terdekat mendukung karena ini passion saya,” imbuhnya.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi