Nalar.ID

Tak Hanya Manusia, Hewan Ini Wajib Punya ‘KTP’

Nalar.ID, Jakarta – Baru-baru ini, atau Selasa (9/10) lalu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menerbitkan 500 microchip gratis untuk kartu identitas atau ‘KTP’, — istilah kartu tanda penduduk–untuk hewan anjing.

Pengadaan microchip bertujuan untuk mengendalikan penularan rabies. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPKP Sri Hartati mengatakan, sosialisasi ini sudah berlangsung sejak 2017.

Kartu identitas hewan anjing - nalar.id
Kartu identitas anjing. (Nalar.id/Instagram beau.twinkle.bruno)

Pengadaan ini merujuk Pergub DKI Nomor 199 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Hewan Rentan Rabies serta Pencegahan dan Penanggulangan Rabies. Dalam pergub itu diatur bahwa hewan berpemilik harus memiliki identitas. Berikut riset yang Nalar.ID himpun:

Ini Faktanya:

  • Sosialisasi pemasangan microchip dan identitas sudah sejak 2017.
  • 500 anjing akan dipasang microchip. Sudah 314 terpasang di 2018, sisanya masih proses pemasangan.
  • Agar informasi merata, 500 microchip dibagi gratis ke lima area di Jakarta. Masing-masing wilayah dapat 100 microchip.
  • Microchip dipasang untuk anjing peliharaan dan yang diperjualbelikan.
  • Pemasangan terbanyak ada di Jakarta Pusat, sudah hampir 100 persen.
  • Pemprov DKI menganggarkan Rp 925 juta anggaran untuk pengendalian rabies di 2018.
  • Rp 20 juta anggaran untuk pencetakan ‘KTP’ sebanyak 10 ribu lembar.
  • Bernama ‘Kartu Identitas Hewan Penular Rabies’, kartu ini berlatar putih dan biru muda, dengan identitas nama anjing dan pemiliknya.
  • Pemasangan identitas hanya dilakukan pada anjing peliharaan yang sering dibawa keluar dan yang diperjualbelikan.
  • Bertujuan untuk mengendalikan penularan rabies, mendata kepemilikan anjing, melacak anjing, dan agar warga lebih tanggung jawab terhadap hewan peliharaannya.
  • 500 microchip ini hasil buatan luar negeri. Indonesia belum memiliki teknologi memadai.
  • Di luar negeri, microchip ini sudah biasa karena masing-masing hewan terdata teridentifikasi, serta terkontrol populasi pengendalian jadi bisa lebih mudah.
  • Ketimbang negara lain, Indonesia belum memiliki pendataan untuk anjing atau hewan peliharaan.
  • Harapan Pemprov DKI Jakarta di 2019, pemilik dan peternak (breeder) sudah memasang microchip.
  • Sayangnya, efektivitas kartu identitas ini dipertanyakan efektivitasnya. Kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah, anggaran pengendalian rabies ini sangat mahal dan pemborosan APBD.

Alur pembuatan kartu:

  • Untuk semua ras anjing yang berpemilik. Untuk microchip maupun pemasangannya.
  • Menunjukkan buku vaksin rabies.
  • Data anjing dan pemilik dimasukkan ke dalam microchip.
  • Microchip ditanam kedalam tubuh anjing.
  • Dilakukan scanning untuk menandakan microchip terpasang dengan tepat.
  • Setelah microchip terpasang, anjing langsung mendapatkan identitas atau ‘KTP’.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi