Nalar.ID

Tanpa Syarat Gaji, Milenial Bisa Cicil KPR Subsidi Mulai 2019

Jakarta, Nalar.ID – Pemerintah segera meluncurkan skema baru kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi bagi kaum milenial. Syaratnya: tanpa batasan gaji. Rencananya, skema ini terbit 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan, program KPR bersubdi untuk milenial ini memiliki beberapa perbedaan dari program sebelumnya, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Berikut perbedaannya, seperti penuturan Basuki, kepada Nalar.ID, termasuk awak media lain, Senin (10/12).

Pertama, program untuk milenial ini tidak mensyaratkan batasan gaji calon debitur. Ini beda dengan skema FLPP yang memberlakukan batas gaji maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak dan maksimal Rp7 juta rumah susun (rusun). Kata Basuki, “pembebasan syarat batasan gaji diberikan karena banyak milenial yang selama ini terganjal aturan FLPP.”

Sebab, gaji di atas Rp4 juta, tapi tetap belum mampu beli rumah dengan KPR komersil dari bank tanpa subsidi pemerintah.

Kedua, tingkat suku bunga akan diturunkan dari yang berlaku saat ini. Dalam skema FLPP, tingkat bunga kredit sebesar 5 persen per tahun dalam jangka waktu cicilan maksimum 20 tahun.

Ketiga, terkait lokasi, kalangan milenial akan bisa mengajukan KPR subsidi di lokasi mana pun. Termasuk di Jakarta. Program ini juga akan diberlakukan untuk aparatur sipil negara (ASN) dan Polri.

Keempat, nantinya, program ini tak hanya menggandeng PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., yang sudah jadi ujung tombak pelaksanaan FLPP, tapi juga mengandalkan bank pelat merah lain dan bank swasta.

Kelima, program ini arahan dari Presiden Jokowi. Kini tengah dimatangkan oleh kementeriannya bersama Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keenam, program ini sengaja diberikan kepada milenial sebab jumlah generasi produktif Indonesia terus meningkat. Tapi, kemampuan mereka memiliki rumah semakin terbatas. Baik, karena gaji sampai harga properti yang terus tumbuh.

Penulis: Febriansyah| Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi