Nalar.ID

Tarik Ulur Sengketa Tanah Galian Cipinang Melayu

Nalar.ID, Jakarta –  Sejumlah warga Tanah Galian, Cipinang Melayu, Jakarta Timur menyayangkan sikap pihak keamanan yang mencederai proses hukum terkait sengketa lahan pembebasan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Salah seorang pengurus Paguyuban Warga Tanah Galian mempertanyakan tindakan kepolisan dan militer yang mendatangi warga Jumat (13/3/2020) lalu yang memerintah warga mengosongkan lokasi mulai 24 Maret 2020 mendatang.

Rahmat pun bingung siapa yang memerintahkan mereka. “Proses hukum masih berlangsung,” tukas Rahmat.

Sekadar informasi, saat ini proses sidang masih berlangsung. Pada Senin (23/3/2020) mendatang memasuki tahap Sidang Lapangan atau pengecekan lokasi oleh majelis sidang. Sebagai penggugat adalah ahli waris  pemilik Eigendum Verponding 6329  yang mengajukan gugatan di Pengadilan Jakarta Timur.

Pada sidang pada 2 dan 4 Maret 2020 lalu, penggugat menghadirkan saksi ahli dari pihak Balai Harta Peninggalan dan Arsip Nasional. Kuasa hukum Servas Sadipun menyatakan bahwa konstruksi hukum dengan bukti dan saksi hukum sudah cukup untuk memenangkan tuntutan penggugat.

Hal senada ditegaskan oleh Ketua Lembaga Aliansi Indonesia, Haji Jhoni Lubis. “Kami pantau dan catat semua proses sidang dan aksi-aksi di luar sidang. Kami akan kawal,” jelasnya.

Sadipun, mewakili penggugat utama Nur Helis, bersama warga  Paguyuban Tanah Galian, hadir dalam persidangan dengan membawa dokumen Eigendom Verponding nomor 6329 asli.

Nur Helis adalah istri almarhum Bob Goldman, pewaris tunggal John Henry Van Blommenstein, pemilik Eigendom Verponding yang merupakan pemilik sah atas sebagian tanah di wilayah Cipinang Melayu.

Servas mengajukan gugatan pada 18 institusi pemerintah. Ia mengatakan bahwa lokasi itu yang kini jadi lokasi proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung adalah aset negara dari penyerahan pihak Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

Dari penelusuran dokumen legal, tanah yang disengketakan itu secara administratif terdaftar sejak 27 November 1934 dengan Meet Brief No 72 Eigendom Verponding Nomor 6329.

Resmi Tercatat

Sadipun menjelaskan berdasarkan Surat Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya Jakarta Timur, dalam jawaban tertulis yang ditujukan kepada Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma tanggal 12 September 2003 nomor 710/600/III/PT/JT/2002, perihal Keterangan atas Bidang Tanah dalan Peta LP, DKI lembar 53/54 dan lembar 54/55 menyimpulkan bahwa tanah yang dikuasai TNI AU di Cipinang Melayu tersebut merupakan tanah bekas Eigendom Verponding 6329.

Lalu, Eigendom Verponding 6329 telah resmi tercatat secara legal pada Balai Harta Peninggalan (BHP) dan Direktorat Agraria pada 8 Januari 1980. Tambahan lagi, kepemilikan Hak Mewaris di BHP juga ditetapkan dengan nomor W. 10.AHU.2.089.AH.06.09 Tahun 2014/08/III.

Bahkan, Surat Konstelasi Arsip Nasional tahun 2016 menegaskan bahwa bukti kepemilikan Tanah Galian Kampung Dua Ratus adalah Eigendom Verponding  6329, bukan girik atau milik adat.

Termasuk ditemukan surat keterangan wasiat dari Menkuham tanggal 12 Desember 2017 bahwa ahli waris dari Eigendom Verponding 6329 adalah Bob Goldman.

Diketahui, proyek raksasa ini ditangani oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). KCIC merupakan konsorsium gabungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan kepemilikan 60% dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd 40%.

PSBI beranggotakan WIKA dengan komposisi penyertaan saham sebesar 38%, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 25%, PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 25%, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebesar 12%.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi