Nalar.ID

Tekad IKM Agar Lebih Produktif dan Berdaya Saing di Global

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad terus mendorong pengembangan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia agar lebih produktif dan berdaya saing di global. Sebab, selama ini sektor IKM berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Dalam membangun industri yang berkeadilan dan inklusif, harus dilakukan peningkatan peran masyarakat. Khususnya pelaku IKM, sebagai bagian dalam supply chain industri manufaktur nasional,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta.

Mewujudkan industri yang berkeadilan dan inklusif merupakan prinsip pembangunan industri, bersama dengan upaya membangun industri yang mandiri dan berdaulat, serta memacu industri yang maju dan berdaya saing.

“Pemberdayaan dan peningkatan peran sektor IKM sangat membantu ketahanan industri manufaktur dalam negeri,” imbuhnya.

Untuk itu, diperlukan langkah strategis dalam menghubungkan pelaku IKM ke global value chain. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekspor nasional dan mendukung program substitusi impor.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah IKM mencapai 4,41 juta unit usaha,yang menyerap tenaga kerja sebanyak 15,64 juta orang. IKM mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan industri non-migas sebesar 21,22%, dengan sektor paling dominan adalah makanan dan minuman, fesyen dan kerajinan.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi