Nalar.ID

Telan Rp 500 Triliun, Ini Fakta Pembangunan Jalan Tol di Indonesia

Nalar.ID – Pembangunan ruas jalan bebas hambatan atau tol, yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menelan anggaran tak sedikit, yakni Rp500 triliun.

Pembiayaan tak hanya dibiayai oleh APBN namun dari sindikasi perbankan atau pinjaman dan lembaga keuangan milik negara (BUMN).

Berikut faktanya, seperti dihimpun Nalar.ID, Kamis (18/4):

Rincian Biaya

Rincian pembiayaan pembangunan jalan tol mencapai 62,23 persen atau sekitar Rp311,15 triliun. Angka ini dibiayai PT SMI, lembaga keuangan milik pemerintah seperti, hingga kredit sindikasi perbankan BUMN. Sejumlah bank pemerintah yang ikut dalam kredit sindikasi adalah Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

Sementara, 36,77 persen atau sekitar Rp183,85 triliun, berasal dari utang lembaga keuangan non-pemerintah. Termasuk didalamnya dari utang luar negeri.

Hasil Pembangunan

Dengan dana itu, pemerintah sudah membangun lebih-kurang 941 kilometer tol yang tersebar di seluruh Indonesia. Mulai dari Trans Jawa sampai Sumatra.

Peran Bank Daerah

Kedepan, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menuturkan, ada yang berbeda dalam proyek pembangunan jalan tol. Pembiayaan infrastruktur pembangunan jalan tol akan lebih banyak melibatkan bank daerah.

Jumlah Biaya Bank Daerah

Target pemerintah, jumlah biaya infrastruktur dari bank daerah sebesar 5 persen. Selama ini, porsi pembiayaan dari bank daerah masih kurang dari 1 persen.

Bank Daerah yang Biayai

Sejumlah bank daerah yang telah menyalurkan pembiayaan yaitu Bank Papua, Bank Sumatera Utara, dan Bank Maluku, Bank Papua. Ketiga bank itu membiayai proyek jalan tol di Trans Jawa.

Ilustrasi Tol Trans Jawa - nalar.id.
Ilustrasi Tol Trans Jawa. NALAR/Dok. Kementerian BUMN.

Skema Pembiayaan

Ada dua jenis yang disiapkan untuk pembiayaan. Pertama, skema sindikasi. Kedua, pembiayaan tunggal. Nantinya, bank-bank daerah itu akan membiayai infrastruktur.

Kalimantan akan Punya Tol

Presiden Joko Widodo berjanji akan merampungkan pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantan Timur tahun 2019. Jokowi menegaskan, jalan tol tersebut tinggal 20 persen. Pihaknya berjanji, akan menyelesaikan akhir tahun ini. Perjalanan Balikpapan-Samarinda, yang biasa ditempuh waktu tiga jam, bisa dipersingkat satu jam. Ia juga berjanji, usai rampung, akan diteruskan sampai ke Bontang.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi