Nalar.ID

Terima Bintang Jasa Utama dari Jokowi, Ahmad Muzani: Semoga Kami Pantas

Nalar.ID, Jakarta – Pemerintah menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani. Anugerah ini bagian dari penyambutan HUT RI ke-75 tahun.

Presiden Jokowi menyematkan langsung penghargaan tersebut pada Kamis (13/8/20) di Istana Negara, Jakarta.

Selain Muzani, dari jajaran Wakil Ketua MPR periode 2018-2019, ada Ahmad Basarah dari PDI Perjuangan, dan Mahyudin dari Partai Golkar.

“Penghargaan ini berkat jasa-jasa, pengabdian kepada bangsa dan negara dalam memimpin MPR periode lalu,” kata Muzani, kepada Nalar.ID, Kamis (13/8/2020).

Muzani kembali menjabat sebagai Wakil Ketua MPR periode 2019-2024.

Politisi kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini berharap, dirinya termasuk orang yang pantas menerima penghargaan dari negara ini.

“Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas nama pemerintah dan negara, yang telah memberikan penghargaan Bintang Jasa Utama ini,” sambungnya.

Muzani, yang baru didaulat sebagai Sekjen Partai Gerindra dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hambalang Bogor ini, akhir pekan lalu sejak pandemi Covid-19 aktif menyerukan bahaya wabah virus ini.

Pentingnya JPS

Ketika wabah masih ramai di Wuhan, Tiongkok, sebagai Wakil Ketua MPR, pada Februari 2020 lalu, ia telah meminta pemerintah menghentikan penerbangan dari dan ke Wuhan. Serta beberapa kota di Cina ke Indonesia.

Selain itu, saat wabah mulai merusak sendi-sendi kehidupan, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini selalu menyampaikan pentingnya program jaring pengaman sosial (social savety net).

Terutama untuk usaha kecil dan menengah (UMKM) lewat bantuan tunai langsung agar ekonomi masyarakat bawah bergerak.

Di sektor pendidikan, Muzani gencar mengedukasi pentingnya perlindungan model pendidikan pesantren yang tersebar luas di seluruh negeri. Serta terdampak akibat pembatasan sosial.

Ia juga terus memperjuangkan subsidi kuota untuk para pelajar, mahasiswa dan santri.

“Karena pembelajaran online mengancam pembangunan sumber daya manusia kita,” tuturnya.

Sikap tersebutlah yang memancing respon cepat pemerintah.

Tak lama, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan akan mengalokasikan bantuan Rp 2,6 triliun kepada pondok pesantren dan pendidikan berasrama.

Tujuannya, agar tak menjadi cluster baru penularan Covid-19.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi